Ceckok Soal Jaring Kepiting, Bahu Sihombing Dihantam Parang Manalu

TELUK MENGKUDU-M24 | Emosi Binten Manalu alias Binten (45) tak terbendung. Parang yang biasa digunakan untuk mencari kepiting di laut diayunkannya ke bahu kanan Rinto Sihombing alias Rinto (45). Pada ayunan kedua, Rinto memilih langkah seribu meninggalkan tetangganya itu.

Cerita cekcok dua warga Dusun I, Desa Sialang Buah, Kec Teluk Mengkudu, Sergai ini cuma gara-gara sepele. Sabtu (14/7) sekira pukul 15:30 WIB, jaring Rinto tanpa sengaja tertabrak perahu Binten. Rinto tak terima, dia pun mendatangi Binten untuk meminta ganti rugi.

Sialnya, bukannya ganti rugi yang didapat. Binten malah mengamuk, “Mau apa Kau,” tantangnya ke Rinto. Darah Rinto mendidih ketika Binten menghardiknya dengan nada yang keras. Cekcok mulut tak terhindarkan.

Loading...

Binten yang kesal terus-terusan dituntut ganti rugi langsung mengambil parang yang di simpan di kapalnya. Binten langsung mengayunkan parangnya. Untungnya Rinto masih awas dan reflek mengelak. Parang tersebut hanya mengenai bahu kanan hingga lengan bajunya koyak. Tak mau konyol, Rinto lari untuk menyelamatkan diri. Rinto lalu melaporkan tetangganya itu ke Polsek Teluk Mengkudu.

Berbekal laporan Rinto dan surat penangkapan, akhirnya Binten dijemput petugas dari rumahnya, Senin (23/7) sekira pukul 19:00 WIB. Dia diamankan bersama sepucuk parang yang menjadi barang bukti.

Di Polsek Teluk Mengkudu, kepada M24 Binten mengaku khilaf dan tidak punya niat untuk membacok tetangganya itu. Hanya saja saat itu Binten mengaku kesal karena Rinto terus menagih jaring kepitingnya untuk diganti hingga menyulut emosinya.

“Bukan parah kali jaringnya koyak dan aku juga tidak sengaja aku tabrak pakai sampanku hingga setiap hari aku didatangi dan minta ganti rugi. Siapa yang tidak palak udah penghasilan menurun terus,” ucapnya.

Bapak tiga anak ini pun tidak menyangka perbuatannya dilaporkan ke polisi hingga ia harus mendekam di jeruji besi Mapolsek Teluk Mengkudu. “Kenapalah sampai melapor ke polisi, kan bisa diselesaikan secara baik-baik. Adanya pihak desa yang bisa memediasi kasus yang kek gini. Cemanalah anakku itu, mereka masih kecil dan masih sekolah lagi,” ucapnya sedih.

Kapolsek Teluk Mengkudu, JH Tarigan kepada M24 mengatakan pihaknya sudah mengamankan tersangka dan barang bukti satu buah parang. “Sudah kita amankan begitu juga parang yang digunakan. Sekarang masih dalam pemeriksaan,” terang Kapolsek. (darmawan)

Loading...