Cekcok mulut, Ismail tewas ditikam di warung tuak

47

TEBINGTINGGI-M24 |Terlibat keributan di warung tuak, Ismail alias Iis (43) tak akan merayakan Idul Fitri 1439 H ini. Warga Jln Sentosa, Link IV, Kel Pinang mancung, Kec Bajenis, Kota Tebingtinggi ini tewas ditikam sekelompok orang.

Menurut saksi mata, Mujiono (42) dan Kusprianto alias Anto (41), keduanya warga Jln Demokrasi, Link IV Kel Brohol, Kec Bajenis, Kota Tebingtinggi, korban terlihat di warung tuak milik Anto di Jln Pramuka, Kel Pinang Mancung, Kec Bajenis, Kota Tebingtinggi, Sabtu (9/6) sejak pukul 17:00 WIB. Sekitar pukul 21:30 WIB, pelaku bersama sembilan orang datang ke warung untuk minum tuak.

Di warung itu, para pengunjung bernyanyi (karaoke) secara bergantian. Pukul 23:00 WIB, entah apa penyebabnya, korban dengan rombongan pelaku terlibat cekcok mulut. Melihat itu, saksi Anto melerai keributan tersebut.

Beberapa menit berselang, rombongan pelaku meninggalkan warung tuak. Namun 30 menit kemudian, rombongan pelaku kembali ke warung dan langsung menyerang korban yang sedang bernyanyi dengan menggunakan senjata tajam. Korban yang terkena serangan di bagian perut sebelah kanan, leher dan dada pun tergeletak bersimbah darah. Kemudian rombongan pelaku meninggalkan warung tuak.

Selanjutnya saksi Anto dan Mujiono melarikan korban ke RSUD Dr Kumpulan Pane Kota Tebingtinggi dengan menggunakan kreta diiringi dua temannya dari belakang. Namun, setiba di rumah sakit milik Pemko Tebingtinggi itu, korban sudah meninggal dunia. Diduga korban menghembuskan nafas terakhirnya saat dalam perjalanan.

Saksi lalu memberitahukan peristiwa itu ke Polres Tebingtinggi. Personil KSPKT Polres Tebingtinggi bersama Tim Inafis beserta piket fungsi Satintelkam dan Satreskrim pun tiba guna melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Dari lokasi petugas mengamankan barang bukti berupa dua pasang sandal milik korban dan 1 pasang sendal (belum diketahui pemiliknya), baju korban, satu celana korban, satu celana dalam korban.

“Kasus ini sudah ditangani langsung oleh Satreskrim Polres Tebingtinggi. Pelakunya masih dalam lidik. Semoga para pelakunya cepat tertangkap,” jelas Kapolres Tebingtinggi, AKBP Sunadi SIK melalui Kasubag Humas, AKP MT Sagala kepada awak media, Minggu (10/6).

Dalam kasus ini para pelaku dijerat Pasal 351 ayat (3) KUHPidana dengan ancaman hukuman paling lama tujuh tahun penjara. (agus)

Loading...