Cemburu buta, siswi SMA Imelda dibakar duda anak 1

59

Edi – Medan Deli | DAL (16) harus kehilangan wajah cantiknya setelah dibakar oleh pacarnya berinisial I alias K (30). Saat ini, warga Kel Mabar Hilir, Kec Medan Deli ini terbaring tak berdaya di Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS dr Pirngadi Medan.

Pantauan M24 di rumah sakit milik Pemko Medan itu, Selasa (8/5), tampak sejumlah teman dan kerabat menunggui DAL. Mereka menyebut, DAL menderita luka bakar hingga 65 persen. Diduga, K tega membakar DAL karena cemburu buta.

“Namanya dia cantik wajar kalau dia punya banyak teman laki-laki,” ujar Nilam Sari (20), salah seorang teman DAL.

Menurut Nilam, DAL dan K sudah berhubungan sejak enam bulan belakangan. Sebelumnya, DAL yang masih duduk di Kelas I SMA Imelda sudah beberapa kali berpacaran. Namun, akhirnya DAL memilih K yang berstatus duda anak satu dan tinggal di Pasar 2 Mabar, Link 10, Kec Medan Deli.

Berkali-kali keluarga dan teman-temannya memperingatkan, DAL tak peduli. “Mau diingatkan macam manapun dia pasti tidak akan mendengar. Tetap balik pacaran dengan si K. Berkali-kali dia tidak pulang ke rumah karena jalan sama K,” kata sepupu Delisa, Indah (30).

Kekhawatiran itu terbukti. K yang mengetahui DAL berteman dengan banyak pria terbakar cemburu. Putri sulung dari Suherman dan Sujarwati itu bahkan berkali-kali diancam bunuh oleh K. Terakhir, K mengancam akan membakar DAL dengan bensin. Akhirnya, DAL berniat putus dengan K.

Mengetahui rencana DAL, membuat kecemburuan K memuncak. Akhirnya rasa cemburu Iwan menemui puncaknya. Senin (7/8), DAL meminta diantar ke rumah temannya di Gg Sukamaju, Link XI, Kel Mabar, Kec Medan Deli. DAL berencana menginap di situ. Di rumah itu, awalnya DAL dan K saling bercanda. Tiba-tiba, K menyiram DAL dengan bensin yang sudah disiapkan kemudian membakarnya.

Akibatnya sekujur tubuh korban, dari wajah dan kepala, punggung serta kakinya melepuh.

Kapolsek Labuhan, Kompol Hendris Tampubolon SH yang dikonfrimasi melalui Kanit Reskrim, Iptu B Pohan mengatakan sedang menyelidiki kasus pembakaran tersebut. “Kita masih melakukan penyidikan di lapangan, sabar ya. Untuk korban masih dirawat di rumah sakit,” jelas B Pohan.

Loading...