Diarak Warga ke Kantor Polisi, Pria Asal Nias Gauli Gadis Hingga Melahirkan

P saat diamankan

MEDAN-M24 | Diduga menggauli seorang gadis berinisial P (20) warga Jln Pembangunan, Medan Amplas hingga melahirkan, AH (25) warga Patumbak, diarak keluarga korban ke Polsek Patumbak, Selasa (2/10) sekitar pukul 23.45 WIB.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, Kamis (4/10) sebelum ditangkap tanpa perlawanan, pelaku diketahui telah menggauli korban sejak baru tamat SMA secara berulang hingga hamil dan melahirkan. Namun, saat korban meminta pertanggungjawaban, pelaku malah tidak menggubrisnya.

“Korban ketika tahu hamil sudah minta pertagungjawaban, tetapi pelaku acuh tak acuh. Sekarang korban dan keluarga tidak lagi minta pertagungjawaban, melainkan minta keadilan agar pelaku dihukum yang setimpal dengan perbuatannya,” kata salah seorang keluarga korban yang tak mau menyebutkan namanya kepada wartawan.

Loading...

Sebelumnya, korban dan orang tuanya memang berharap agar pelaku dapat bertanggungjawab. Namun saat ini kesabaran keluarga akhirnya habis bahkan korban juga sudah tidak berharap lagi untuk dinikahi pelaku.

Pelaku sendiri ditangkap keluarga korban setelah dipancing untuk datang ke Jln STM Kel Siti Rejo II, Kec Medan Amplas. Tapi saat ini, pihak keluarga sudah menyerahkan dan melapor kejadian itu ke Polsek Patumbak. Patauan di Mapolsek Patumbak, palaku terus berkilah dan mengaku kalau perbuatannya berdasarkan suka sama suka. Namun ketika ditanya petugas masalah tanggungjawabnya, pria yang informasinya berasal dari Pulau Nias ini langsung terdiam.

Lucunya, Polsek Patumbak malah melakukan ‘mediasi’ terhadap korban dan tersangka. Padahal jelas bahwa, penerapan pasal yang ada di dalam UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, sementara yang diketahui UU tersebut bersifat lex specialis. Polisi tidak berhak melakukan mediasi antaran korban dan tersangka, terkait kasus pencabulan anak dibawah umur. Meskipun, korban tidak membuat laporan maupun mencabut laporan.

Kapolsek Patumbak, AKP Ginanjar Fitriadi membenarkan pihaknya sudah memulangkan AH. “Iya benar ada, namun sudah kita mediasi dengan keluarga yang bersangkutan. Kini tersangka sudah bersama keluarganya dan tidak kita tahan,” ucapnya ketika dikonfirmasi melalui seberang telepon, Kamis (4/10) sore. (ahmad)

Loading...