Dibalik Pembunuhan Andi Lala, Utang Narkoba Dibayar Nyawa

173

MEDAN|Satu keluarga yang terdiri dari lima orang ditemukan tewas mengenaskan di kediaman mereka di Jalan Rumah Potong Hewan/Kayu Putih, Lingkungan XI, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli, Minggu (9/4/2017).

Kepala Lingkungan XI, Budiono, mengatakan, warga menemukan jenazah Harianto, lalu istrinya, Yanti, serta anaknya, Gilang dan Naya. Selain itu, katanya, Marni, mertua dari Harianto, juga ditemukan tewas.

Ia mengatakan, kelima korban ditemukan di dapur dengan berlumuran darah. Satu anggota keluarga yang selamat adalah Kinara, balita usia dua tahun anak pasangan Harianto dan Yani.

Warga menemukan Kinara di kolong tempat tidur di kamar utama. “Saya tidak bisa jelaskan secara detail. Yang pasti, Kinara selamat, namun wajahnya lebam-lebam,” ungkap Budiono.

Budiono mengatakan, saat ini Kinara dibawa ke RS Mitra Medika. Warga pun melakukan penjagaan di rumah sakit. “Sudah ada beberapa warga yang di rumah sakit menjaga Kinara. Kami tidak mau lagi kecolongan,” katanya.

Pembunuhan keji satu keluarga ini diketahui sekitar pukul 09.45 WIB. “Dari informasi yang saya dapat, memang tadi malam katanya ada yang datang ke rumah korban. Ada dua orang datang sekitar jam sebelas (23.00 WIB),” ungkap Budiono.

Menurut informasi, ada dua orang pria datang mengendarai sepeda motor Yamaha Mio.

Kedua pria inilah yang diduga kuat merupakan pelaku pembunuhan.

Pelaku bawa motor korban

Pelaku pembunuhan yang menghabisi nyawa satu keluarga di Jalan Rumah Potong Hewan/Kayu Putih, Gang Bakaran Batu, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli, diduga membawa kabur motor milik korban.

Hal itu disampaikan oleh Susi, bibi dari Yanti (korban tewas). “Kemenakan (keponkan) saya ini punya motor Honda Vario warna putih. Menurut informasi, motor punya kemanakan saya dibawa kabur sama pelaku,” kata Susi.

Susi mengatakan, lemari di kamar korban sempat diacak-acak. Namun, katanya, harta benda berupa emas tidak ada yang dibawa kabur. “Gelang emas dan beberapa perhiasan masih utuh. Hanya sepeda motornya saja yang dibawa kabur pelaku,” ungkap Susi.

Orangtua Rianto yang tiba di lokasi mengaku terkejut begitu mengetahui anaknya (Rianto), menantu (Yani), besannya (Marni) dan dua cucunya (Naya dan Gilang) meninggal karena dibunuh orang tak dikenal (OTK).

“Astaghfirullah, ya Allah. Anakku orang baik-baik. Ya, Allah hanya anakku yang tahu,” kata ibu Rianto, Murni yang terus menangis.

Murni terus bercerita bahwa anaknya tidak pernah mempunyai musuh dan jarang memiliki masalah. “Setahu saya, anakku setiap kerja pergi pagi pulang sore. Istri dan mertuanya pun jarang keluar rumah hanya buat lumpia saja,” ungkap wanita yang mengenakan jilbab merah muda motif bunga itu.

Serimpi, saksi yang menemukan jenazah satu keluarga di Jalan Kayu Putih, Gang Benteng, Mabar, Medan Deli masih diperiksa polisi. Ihwalnya, perempuan itu ingin mengingatkan Riyanto (40) matikan lampu depan.

“Sekitar pukul 08.30 WIB Nek Serimpi melintas di depan rumah mereka (Riyanto) untuk bilangkan agar lampu teras dimatikan. Apalagi pintu depan terbuka. Namun kaget banyak bercak darah,” ujar Yanto, warga setempat.

Yanto menceritakan, saat Serimpi memanggil Riyanto dan keluarga, tidak ada sahutan atau balasan. Setelah itu, Serimpi ke arah samping rumah dan liat pintu samping terbuka. “Ketika mau masuk, saksi langsung terkejut lihat lantai rumah sudah banyak darah. Dan langsung memanggi-manggil warga sekitar,” ujarnya.

SERI I: Andi Lala Bunuh Kekasih Gelap Istrinya
Dalam pembunuhan pertama, dia membunuh Suherwan alias Iwan Kakek (31) yang merupakan selingkuhan istrinya, Reni Syafitri. Dan yang anehnya, dia melakukan pembunuhan itu dengan istrinya juga.

Pembunuhan itu mereka lakukan di rumahnya pada tanggal 12 Juli 2015 sekitar pukul 20:30 WIB. Korban dipancing istrinya datang ke rumahnya dan mereka membunuh menggunakan alu dan dibantu Irfan mereka membuang jenazah korban ke parit di seutaran Pagar Jati, Pakam, Deli Serdang.

Menurut penyidik kepolisian dari Poldasu, pelaku nekat membunuh korban karena merasa cemburu terhadap korban yang sudah menggauli istrinya bebera kali. Dan menurut pengakuan istri Andi Lala, mereka melakukan hubungan intim di kebun singkong Perbaungan, Sedang Bedagai. Kemudian di rumahnya juga.

“Istri korban mengaku melakukan hubungan suami istri dengan Suherwan di kebun singkong dan juga di rumahnya,” ujar salah satu petugas kepolisian di Mapoldasu.

Termakan api cemburu karena perselingkuhan itu, Andi Lala bukan membunuh istrinya, melainkan malah memilih bekerja sama dengan sang istri untuk membunuh pria yang sudah meniduri istrinya itu. Dan pembunuhan itu baru terungkap setelah dua tahun kemudian setelah kasus pembunuhan keduanya terungkap oleh pihak kepolisian.

SERI II: Andi Lala Nyabu Bareng dengan (Riyanto) Korban
Menurut keterangan pihak kepolisian, sebelum kejadian itu, Andi Lala datang ke rumah korban sekitar pukul 23:00 WIB. Dan dia bertemu dengan korban Riyanto (40) yang merupakan kepala rumah tangga di rumah tersebut.

Kedatangan pelaku ke rumah korban ternyata sudah direncakana terlebih dahulu. Dan dia sengaja datang ke rumah pelaku dengan membawa narkoba jenis sabu. Saat itu korban pun mau menggunakannya.

“Jadi pelaku (Andi Lala) merencanakan membawa sabu ke rumah korban. Kemudian memberinya kepada korban agar lengah,” ujar Kapoldasu Irjen Pol Dr H Rycko Amelza Dahniel dalam pemaparannya.

Setelah korban lengah sesudah menggunakan sabu, dua teman pelaku bernama Roni (21) dan Andi Syahputra (27) pun datang ke rumah tersebut. Dan sekitar pukul 00:30 hingga pukul 01:30 WIB, para pelaku pun dengan sadis mengeksekusi para korbannya.

“Usai kejadian itu, para pelaku pun melarikan diri dan membawa beberapa barang korban seperti HP, Laptop dan lain-lain ke rumah pelaku. Dan semua pelaku sebanyak empat orang sudah tuntas kita tangkap. Satu lagi sebagai penadah,” tambahnya.

Andi Lala Bandar Narkoba Kata Warga
warga berinisial YE Dikatakan dia, banyak warga Jalan Pembangunan takut terhadap Andi Lala yang selama ini dikenal pedendam dan gemar berbuat onar di kampung.
“Ada yang ngomongin enggak enak tentang dia (Andi Lala) langsung dimaling rumahnya. Sudah keseringan maling dan merampok,” YE menambahkan.

Tidak hanya itu, Andi Lala sudah keseringan merampok dan membunuh tapi tidak pernah ketahuan polisi. “Ada juga di Desa Sumberjo teman dekat sama Andi Lala. Temannya itu suka ganggu istri orang. Dan istri Andi Lala pernah digangguin. Jadi sama Andi Lala digorok temannya hingga meninggal,” beber dia.

Meski demikian keluarga teman Andi Lala tersebut tidak melaporkan peristiwa itu kepada polisi. Tapi, kata YE, polisi dapat mudah mengusut kasus tersebut karena banyak warga melihat Andi Lala membawa temannya itu.

“Sudah keseringan merampok dan membunuh enggak ketahuan karena tidak ada yang melaporkan jadi keterusan. Kemudian, pemain lama bandar narkoba juga,” kata dia.
Sebelum Andi Lala tertangkap polisi, tetangga rumah ketakutan memberikan keterangan tentang pribadinya selama ini. Sehingga, banyak komentar warga tidak begitu objektif.

Kapolda Sumut 
Kapolda Sumut Irjen Pol Rycko Ahmelza Dahniel akhirnya membeberkan motif pembunuhan satu keluarga di Mabar, Medan, beberapa waktu lalu. Rycko mengungkapkan, Andi Lala nekat menghabisi keluarga Riyanto lantaran motif dendam terkait uang pembelian narkotika.

“Terungkap dari hasil pemeriksaan, Andi Lala membunuh Riyanto sekeluarga karena utang narkoba. Dia kesal kepada Riyanto karena merasa tertipu,” kata Rycko Ahmelza Dahniel saat temu pers di Aula Tribrata Polda Sumut, Selasa (17/4).

Dibeberkan Rycko, persiapan Andi Lala untuk menghabisi Riyanto sudah dilakukan sejak Jumat (7/4). Andi Lala bahkan menggadaikan sepeda motor untuk membelikan sabu dan mobil rental yang digunakan dalam pembantaian tersebut.

“Kemudian Andi Lala mengajak Rony dan Indra Syahputra ke rumah Riyanto di Jalan Mangaan Mabar,” jelas Rycko.

Di sana, Andi Lala mengajak Riyanto menggunakan sabu. Nah, saat korban menggunakan sabu, di situlah dia dihabisi oleh tersangka. “Dan dari hasil pemeriksaan, ternyata Andi Lala sendiri yang melakukan eksekusi terhadap semua korban,” beber Rycko lagi.

Sementara itu, keponakan Andi Lala, Roni Agara (21) dan temannya Indra Syahputra ternyata tidak melakukan penganiayaan, mereka hanya menunggu di luar rumah.

Pembunuhan Andi Lala Terkait Utang Narkoba
Sebagian keluarga Wagiman (66) warga Jalan RPH, Gang Bakaran Batu, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli bingung sekali dengan pemberitaan pembunuhan di media terkait masalah warisan.

“Kalau Aku pribadi sih! Ini sangat aneh. Yang punya uang itu adalah keluarga Reni, istri dari Andi Lala. Karena merekalah yang mendapatkan warisan dari mediang Siddik. Jadikan mustahil yang banyak uangnya menghabisi yang tak punya uang,” ucap Saripon (50) yang juga merupakan pamannya Reni kandung.

Kabar Andi Lala mendapatkan warisan mertuanya diketahui Saripon setelah tanah abang kandungnya Siddik dibayar oleh pihak kontraktor pembangunan jalan tol.

“Tanah mereka dibayar di kawasan Rampah. Kami pun pernah diundang mertuanya Andi Lala, Siddik,” kata Saripon lagi kepada M24.CO.

Sebelum terjadinya pembunuhan tersebut, Irianto serta Andi Lala dan Saripon sempat pergi menghadiri pesta sunatan keluarga mereka di kawasan Dumai. Kala itu mereka berangkat dari Medan, Sabtu (4/3/2017) sore dan sampai ke Medan lagi, Selasa Pagi.

Dalam perjalanan itu, Andi Lala terus membawa mobil sampai kembali lagi ke Medan. Irianto serta Saripon pun diantarkan Andi Lala kembali sampai ke Jalan RPH Gang Bakaran Batu, Mabar.

Sebelumnya pun kabar terus berkembang dengan cepat kalau pembunuhan yang menewaskan 5 orang sekaligus terkait kasus tanah di kawasan Mabar. Bukan itu saja desas-desus di warga sekitar pun sempat mengarah ke masalah narkoba. Diduga pelaku dan korban merupakan pemain lama di dunia narkoba dan sudah menjadi rahasia dikalangan pemain narkoba di Mabar. Jika, polisi lebih jeli seharusnya polisi menyelidiki terkait keterlibatkan narkoba di antara sehingga sindikat jaringan ini di kawasan Mabar bisa terungkap yang selama sangat meresahkan masyarakat.

Loading...