Dibuang ke hutan ! Habis diperkosa, bocah 7 tahun dibunuh

57

SILINDAK-M24 | Salomo Barus terkapar setelah diterjang dua butir timah panas Tim Scorpion Jatanras Satreskrim Polres Serdang Bedagai (Sergai), Jumat (8/6/2018). Pasalnya, duda 53 tahun ini tega memperkosa dan membunuh bocah berusia tujuh tahun.

Tak ada kata yang pantas untuk perbuatan Salomo Barus ini selain biadab! Bagaimana tidak, ia tega memperkosa bocah perempuan berusia tujuh tahun yang masih satu merga dengannya. Tak hanya itu, duda 53 tahun ini juga membunuh dan membuang mayat RB ke tengah hutan.

Informasi dihimpun M24 di lapangan, empat tahun lalu, RB tinggal bersama neneknya R beru Purba (55) di Dusun 1 Desa Pamah, Kec Silinda, Kab Sergai. Ayahnya, R Baru (32) telah bercerai dengan ibunya dan keduanya merantau. Nah, sejak Kamis (7/6), RB tak kunjung pulang ke rumah.

“Biasanya keponakanya saya ini jarang keluar rumah,” ucap paman korban, J Purba (38) kepada M24.

J Purba lalu melakukan pencarian. Ia pun terkejut saat menemukan bocah Kelas 2 Sekolah Dasar (SD) itu di areal hutan sekitar 1 KM dari rumah, Jumat (8/6) sekitar pukul 09:00 WIB. Pasalnya, keponakannya sudah tak bernyawa dengan posisi telentang tertutup daun keladi pepohonan.

Tak pelak, J Purba berteriak minta tolong. Teriakannya lantas menarik perhatian warga setempat yang berduyun-duyun ke lokasi. Selanjutnya temuan itu dilaporkan ke Polsek Kotarih. Mendapat laporan tersebut, personel Scorpion Jatanras Satreskrim Polres Sergai bersama Polsek Kotarih langsung meluncur ke lokasi kejadian.

“Begitu mendapat laporan kita langsung bergerak. Saat ditemukan, di tubuh korban didapati luka memar di bagian leher serta bercak sperma. Dari lokasi kita lakukan penyelidikan. Pasti setiap kejahatan meninggalkan bekas. Kita pun memintai keterangan beberapa orang saksi hingga ahirnya mengarah ke Salomo Barus,” ungkap Kapolres Sergai, AKBP Juliarman Eka Putra Pasaribu didampingi Kasat Reskrim, AKP Alexsander Piliang kepada awak media.

Petugas kemudian mendatangi kediaman Salomo di Dusun 1 Desa Pamah, Kec Silinda, Kab Sergai, hanya berjarak setengah meter dari kediaman korban. Namun saat itu tersangka tidak berada di rumahnya. Polisi kembali melakukan pencarian dan ahirnya mengetahui tersangka bersembunyi di kediaman adiknya yang berjarak dua kilometer dan langsung ditangkap.

“Awalnya dia (tersangka) tidak mengakui perbuatannya. Setelah kita cecar, dia pun mengaku telah memperkosa dan membunuh RB dengan cara menyekiknya,” ujar Alex.

Selanjutnya, tersangka dibawa petugas melakukan pengembangan untuk mecari barang bukti. Kesempatan itu dimanfaatkan oleh tersangka untuk melarikan diri dengan melakukan perlawanan terhadap petugas. Tak pelak, petugas mengambil tindakan tegas terukur. Dor! Dor! Dua butir timah panas menembus kedua kaki tersangka yang langsung tersungkur.

Selanjutnya tersangka diboyong ke rumah sakit untuk mendapat perawatan sebelum diperiksa di Mapolres. Petugas juga mengamankan barang bukti satu bilah parang, celana korban dan daun penutup tubuh korban.

Apa motif tersangka? Kepada petugas, tersangka mengaku jika telah dua kali memperkosa korban. Perbuatan bejat itu pertama sekali dilakukan Kamis (10/5). Ketika itu, tersangka memberikan korban uang Rp20 ribu untuk jajan. Selanjutnya tersangka membawa korban ke semak-semak yang berjarak 500 meter dari rumahnya. Di situ korban diperkosa.

Sukses dengan aksi bejatnya membuat tersangka ketagihan. Kamis (7/6), tersangka yang baru pulang sekolah diajak tersangka ke hutan setelah memberikan uang. Di areal dipenuhi semak belukar itu, tersangka kembali memperkosa korban. Ketika itu, korban melawan dan berteriak.

Tersangka panik dan langsung menyekik korban hingga tewas. Selanjutnya tersangka menyeret tubuh korban ke dalam hutan sekitar 1 KM dari rumahnya. Setelah menutupi tubuh korban dengan daun keladi, tersangka pun berlalu dari lokasi.

Perbuatan bejat itu dilakukan tersangka karena tak dapat mengendalikan nafsu birahi setelah cerai dengan istrinya sejak 2005. “Entah kenapa tiba-tiba saja aku nafsu melihatnya (korban) makanya aku nekat melakukan ini. Selama ini aku tinggal sendirian di rumah,” aku tersangka sembari menahan kesakitan di kakinya.

“Aku sempat minta maaf. Aku bilang, maafkan abang ya Dek, abang khilaf,” pungkas tersangka.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 338 KUHPidana tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup. (darmawan/chan)

Loading...