Dicekoki sabu, setahun cewek percut dijadikan buda seks

Irawan-Medan | Riswan tak menyangka jika putrinya, sebut saja Melati sudah setahun dijadikan budak seks. Modusnya, dara 16 tahun ini dicekoki narkotika jenis sabu kemudian diperawani. Diduga, anak keempat dari delapan bersaudara ini juga dijual ke lelaki hidung belang sampai terkena penyakit menular seksual (PMS).

Tak terima anaknya dijadikan budak seks, Riswan (37) pun melaporkan pria berinisial T ke Polrestabes Medan. T disebut telah merengut dan menghancurkan masa depan putrinya, sebut saja Melati (16).

Riswan yang ditemui M24 di kediamannya di Desa Percut, Kec Percut Sei Tuan, Selasa (3/4) siang menuturkan awal terungkapnya kenyataan pahit tersebut. “Kamis (31/3) lalu, Melati dan adiknya, Nilam naik kreta nabrak Angkot Kenari di dekat Simpang Lambok itu. Sopir angkot minta ganti rugi,” kenang Riswan.

Loading...

Sebagai jaminan, sopir angkot yang identitasnya belum diketahui itu menahan Melati. Sedangkan adiknya Nilam disuruh pulang dengan kreta Honda Supra milik Riswan ke rumah untuk memberitahu peristiwa itu. Mendengar penjelasan anaknya, Riswan langsung menuju lokasi tabrakan.

Di situ, ia tak melihat putrinya. Hanya sopir angkot yang menunggu di lokasi. Menurut si sopir, saat menunggu kedatangan Riswan, ia dihampiri seorang pria mengaku sebagai warga sekitar lokasi. Sang pria mengaku bernama Juling dan mengenal orangtua Melati. Kemudian, pria tersebut membawa Melati untuk dititipkan kepada Taufik (37), warga Dusun VI, Desa Percut, Kec Percut Sei Tuan.

Namun, malam itu putrinya tak kunjung pulang ke rumah. Melati baru tiba di rumah esok harinya, Jumat (30/3) sekitar pukul 17:00 WIB. Melihat keadaan putrinya yang tak pulang semalaman, Riswan curiga. Ia lalu membawa Melati ke tempat neneknya (orangtua Riswan), Hermansyah (66) dan Saharani (64) di Dusun 18, Desa Percut, Kec Percut Sei Tuan.

Ia berharap kedua orangtuanya dapat mengorek informasi terkait peristiwa yang menimpa Melati. “Mungkin kalo kakek dan neneknya yang bertanya, si Ella mau terbuka. Itu yang dalam fikiran saya saat itu,” jelas Riswan.

Harapan Riswa pun terwujud, meskipun dengan kenyataan yang pahit. Esok harinya, ia dihubungi orangtuanya yang menduga jika Melati telah dirusak oleh Taufik. Seperti dituturkan kepada neneknya, setahun lalu, Melati awalnya diajak ayah tiga anak itu untuk mengonsumsi narkotika jenis sabu di sebuah rumah yang terletak di belakang kediaman orangtuanya.

“Pelaku (Taufik) itu warga Dusun 6 dan memang sering main ke sini. Waktu itu si Melati ini masih Kelas 2 SMP. Taufik sendiri dikenal orang kampung ini sebagai Toke. Julukan yang diberikan kepada bandar narkotika,” tutur Riswan.

Beberapa hari berselang, lanjut Riswan, pelaku kembali mengajak Melati mengonsumsi bahan terlarang tersebut. Hanya saja, di kali kedua itu, pelaku juga merengut keperawanan putrinya. Sejak saat itu, secara diam-diam, pelaku kerap membawa Melati yang sudah kecanduan sabu.

“Katanya, selama ini korban selalu dijemput di ujung jalan rumah. Ganti-ganti orang yang disuruh pelaku menjemput anakku ini naik kreta,” lanjutnya.

Salah seorang teman pelaku diketahui bernama Ali Imron Harahap (28), warga Dusun 2 Desa Cinta Damai, Kec Percut Sei Tuan. Pasalnya, warga pernah memergoki Ali dan Melati tengah berduaan di dalam rumah. Saat itu, Ali mengaku telah meniduri korban. “Si Ali ini juga mengaku sama warga kalau si Melati dititipkan kepadanya sama si Taufik,” ucap Riswan geram.

Mirisnya, akibat perbuatan para pelaku, korban diduga sampai mengidap penyakit menular seksual (PSM). Pasalnya, sang nenek kerap melihat korban membuang pembalut yang penuh lendir. Hal itu diperkuat dengan hasil visum. Oleh dokter, kerusakan di kemaluan korban disebut sudah terjadi dalam waktu yang lama.

“Itu disampaikan ibu saya. Melati juga mengaku sering merasa gatal di kemaluannya yang juga mengeluarkan lendir seperti keputihan dan berbau. Saya yakin dia terkena siplis,” pungkasnya sembari berharap pihak kepolisian menindaklanjuti laporannya.

Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Hartono yang dikomfirmasi menegaskan jika kasus cabul terhadap anak bawah umur menjadi atensinya. Karenanya laporan korban segera ditindaklanjuti. “Ayah korban menganggap Taufik menjualnya kepada AIH. Karena dipergoki warga, AIH sempat membuat surat perjanjian akan menikahi korban. Namun korban tidak mau kepada AIH. Jika keterangan dan saksi telah lengkap, penyidik akan menindaklanjutinya,” janji Hartono.

Loading...