Diduga punya sabu, Hamdani ditangkap lalu diseret hingga 3 jari kaki putus

62

MEDAN-M24 | Diduga memiliki sabu, Hamdani alias Deni (41) warga Jermal 15/Jln Pembangunan VII, Medan Amplas, ditangkap Tim Subdit 1 Ditrektorat Narkoba Poldasu. Saat penangkapan, Hamdani sempat diseret beberapa meter yang mengakibatkan 3 jari kaki kanannya putus.

“Ngeri bang, aku tidak ada bawa sabu bahkan tidak ada sabu di badan. Aku ditunjuk memiliki sabu. Terus diseret ke aspal hingga kaki kanan saya hancur dan jari kakiku putus tiga. Demi Tuhan dan anak istriku, tidak ada aku megang sabu yang dituduhkan. Ini jelas pengondisian,” cerita Deni saat ditemui wartawan di ruang Tulip 3 RS Bhayangkara tempat bapak anak 3 ini dirawat, Selasa (22/5/2018).

Kuasa Hukum Hamdani, Dame Ria Sagala pada wartawan mengatakan sangat kecewa pada Ditresnarkoba Poldasu. Menurutnya perlakuan polisi hingga menghilangkan separuh telapak kaki kliennya benar-benar tidak manusiawi. “Ini pasti kami permasalahkan dan akan tempuh jalur hukum,” kesal Dame.

Ia juga menyebutkan ada ketimpangan yang terjadi pada penangkapan kliennya. Hingga kini polisi belum dapat menjelaskan status Udin dan Roki. “Saya heran, katanya Hamdani ditangkap atas pengembangan Udin dan Roki, tapi polisi tidak dapat menjelaskan status mereka kan aneh,” sebut Dame.

Untuk diketahui, Deni ditangkap, Senin (7/5) sekira jam 09.00 WIB di Jln Jermal 15 persisnya di Gg Batako. Penangkapan bermula saat Hamdani mendapat kabar ada keributan di lokasi garapan di Jln Jermal 15 Gg Dojo.

Sebagai ketua garapan di daerah itu, Hamdani berniat mengecek ke lokasi. Ia berangkat ke lokasi dengan menaiki kreta Yamaha RX King. Sampai di depan Gg Batako, Hamdani dipepet Tim Subdit 1 Ditresnarkoba Poldasu dengan mobil Avanza hitam hingga ia terjatuh. Singkat cerita, Deni diteriaki sebagai pemilik narkoba oleh Udin dan Roki seorang oknum polisi yang terlebih dahulu ditangkap dalam penggerebekan di Gg Dojo.

Sesaat itu Hamdani dipaksa masuk ke mobil. Ia berontak tidak mau masuk ke mobil. Polisi terus memaksa dia dengan dorongan dan tarikan. Dia yang masih separuh badan masuk ke mobil. Polisi tancap gas sehingga kaki Hamdani terjepit ban mobil dan terseret aspal sehingga kakinya hancur. “Aku tidak tahu apa motif si Udin dan Roky menuduh saya sebagai pemilik sabu dari barangbukti mereka,” timpal Hamdani.

Sementara Kasubdit 1 Ditresnarkoba Poldasu AKBP Fadris melalui penyidik Iptu A Sirait saat dikonfirmasi mengaku menangkap Hamdani dari dasar pengembangan penangkapan Udin. “Hamdani kita tangkap dari dasar pengakuan Udin barang bukti sabu dua paket kecil miliknya itu didapat dari Hamdani dan semua sudah prosedur,” jelas A Sirait.

Ditanya soal Hamdani yang kehilangan 3 jari kaki karena diseret, Sirait mengaku polisi terpaksa lantaran situasi warga sudah ramai berkerumun. Bahkan ada lakukan pelemparan. “Kita tidak mau terulang kejadian yang dulu polisi pernah dianiaya di daerah itu. Makanya spontan saat itu,” pungkas Sirait. (Ahmad)

Loading...