Dilaporkan Warga Lampung, 2 Begal dan 2 Penadah Dihadiahi Timah Panas

Karo-M24 | Satreskrim Polres Karo melakukan tindakan tegas kepada pelaku tindak kejahatan jalanan. Empat tersangka ditembak di bagian kaki.

Mereka adalah Esra Haryanta Bangun alias Ocong (31), warga Jln Letna Rata Peranginangin Gg Kesatuan, Kabanjahe, Edwin Tarigan (31), warga Gg Sempurna No.3, Kabanjahe, Raden Ginting (40), warga Jln Bunga Rampe III, Simalingkar B dan Swandi (44), warga Tebing Ganjang, Kec Pancurbatu, Kab Deliserdang.

Kasat Reskrim Polres Karo, AKP Ras Maju Tarigan SH menuturkan, penangkapan berawal laporan korban Ahmad Mahdum, warga Tunggul Angin, Kec Punggur, Kab Lampung Tengah. Sopir ekspedisi ini mengaku dibegal oleh pelaku yang mengaku sebagai anggota polisi di Laudah, Minggu (12/8) sekitar pukul 21:00 WIB.

Loading...

Ketika itu korban dituduh membawa narkoba dan dibawa ke wilayah Katepul. Saat digeledah, pelaku mengambil uang di kantong korban. Setelah melakukan penyelidikan, petugas meringkus Ocong dari warung nasi, Minggu (26/8) sekitar pukul 15:00 WIB.

Saat dilakukan pengembangan, tersangka melakukan perlawanan. Petugas pun menembak kedua kakinya kemudian dibawa ke Polres Karo. Saat diinterogasi, tersangka mengaku beraksi bersama Edwin Tarigan yang langsung diringkus dari kediamannya.

Saat dilakukan penangkapan, tersangka Edwin berusaha melarikan diri sehingga dihadiahi dua timah panas. Dari keterangannya, Ocong dan Edwin mengaku terlibat delapan curanmor dan penadahnya berada di Medan.

Polisi langsung memburu dan menangkap Raden Ginting dan Swandi. Keduanya juga terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas karena berusaha kabur saat diamankan.

“Kita sangat tegas memberantas begal di wilayah hukum Polres Karo. Kalau melawan akan kita hadiahi timah timah panas untuk dilumpuhkan. Kini keempatnya kita jebloskan kesel,” tegas Tarigan.

Kepada awak media, tersangka Edwin mengaku diajak Ocong. “Saya baru kali ini melakukannya dan saya dikasih uang sebesar Rp1,4 juta,” ucap Edwin.

Kreta yang dibegal Ocong selama ini langsung diantar kepada Swandi di Medan selanjutnya dijual kepada Raden Ginting seharga Rp2 juta hingga Rp2,5 juta perunit

Sedangkan Raden Ginting menjualnya kepada penadah bernama Mahmud (50), warga Kota Cane, Aceh Tenggara seharga Rp2,5 juta hingga Rp3 juta. “Kami (Raden dan Mahmud) berjumla dua kali dalam satu minggu di Pasar Induk Lau Cih,” beber tersangka. (herlin/sekilap)

Loading...