Ditanya Soal Kasus Dodi, Kejari Sidimpuan “Buang Badan”

259

img_20161012_222854

M24.CO|SIDIMPUAN

Kejaksaan Negeri Padangsidimpuan, selaku pihak yang menuntut dan mendakwa Dodi Harianto mengaku hanya menjalankan proses hukum yang ada. Mirisnya, kepala instansi penegak hukum ini mengaku, jika saat itu terdakwa dodi berada diluar (tidak dihukum-red) bisa saja dihakimi massa.

Kepala Kejaksaan Negeri Padangsidimpuan, Hj Nadda Lubis saat dikonfimasi mengenai tindak lanjut pihaknya atas putusan MA terkait perkara Dodi Harianto mengaku akan mengeluarkan terdakwa berdasarkan putusan.

“Hari ini (terdakwa,red) dikeluarkan berdasarkan putusan,” ujar Kajari via SMS kepada wartawan media ini yang dikirimnya, Rabu (12/10)
Anehnya, pernyataan Kajari sangat bertolak belakang dengan fakta yang ada.

Soalnya, Dodi Harianto yang menjadi terdakwa dan terpidana sudah bebas menjalani hukumannya pada 12 Desember 2015 lalu dari dalam LP Salambue.

“Itu proses hukum yang kami laksanakan,” jelasnya saat ditanya bahwa terdakwa sudah bebas dan keluar dari LP Salambue setelah menjalani semua masa hukumannya.

Nadda juga mengatakan, ia meminta agar jangan menilai kerja mereka, sebab yang menentukan adalah putusan hakim. “Putusan hakimlah yang kamu nilai, jangan kejaksaan dan polisi yang menangkap,” jawabnya.

Ia menegaskan, bukan pihaknya sebagai aparat penegak hukum yang memutuskan perkara. Menurutnya, adapun perjalanan proses hukum yang ada, awalnya berkas dilimpahkan pihak kepolisian ke kejaksaan dan selanjutnya diproses sampai pengadilan. Lalu, hakim berkeyakinan terdakwa bersalah.

“Jadi kami hanya menjalankan proses hukum, begitu juga polisi dan hakim,” ujarnya lagi dan seperti tidak ada yang bersalah dalam kasus salah tangkap, salah tuntut dan salah vonis yang dialami Dodi Harianto ini.

Kajari juga menegaskan, ia meminta agar polisi menangkap pelaku yang sebenarnya. Bahkan, kata Kajari, jika terdakwa (Dodi Harianto,red) saat itu berada diluar (tidak ditahan,red) bisa saja mendapat kekerasan dari warga.

“Kalau ternyata bukan dia pelakunya ya polisi tangkap pelaku sebenarnya. Kalau tadinya terdakwa di luar mungkin saja di hakimi massa. Jd itu perjalanan proses hukum yg kami jalani.” Pungkasnya.(sabar)

Loading...