Ditinggal Ortu ke Malaysia Bocah SD Dicabuli Kakek

15

TANJUNGBALAI-M24 | Ismail Siagian alias Mail (62) diringkus Unit Reskrim Polres Tanjungbalai. Bagaimana tidak, ia dilaporkan berbuat cabul terhadap cucu kandungnya, sebut saja Melati (12).

Kapolres Tanjungbalai, AKBP Irfan Rifai SH SIK melalui Kasat Reskrim, AKP Burju Martahan Habonaram Siahaan SH yang ditemui di ruang kerjanya, Selasa (17/7) menuturkan kronologi peristiwa tragis tersebut.

Berawal kedua orangtua Melati, Nurhayati dan Syamsuddin bercerai sekitar tiga tahun lalu. Melati lalu dititipkan ke Ismail Siagian, ayah kandung Nurhayati yang tinggal di Jln DI Panjaitan, Link I, Kel Sejahtera, Kec Tanjungbalai Utara. Sementara Nurhayati dan mantan suaminya kembali berangkat ke Malaysia menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

Bukannya menjaga, Mail justru menjadikan cucu kandungnya itu sebagai pelampiasan nafsu birahinya. Hal itu terungkap, Minggu (15/7) sekitar pukul 19:30 WIB. Ketika itu, salah seorang tetangga yang juga keluarga berkunjung ke rumah Mail. Ia ingin melihat keadaan Melati.

Namun pintu rumah didapati terkunci. Penasaran ia coba mencari tahu dengan melihat dari lubang jendela rumah. Alangkah terkejutnya dengan pemandangan yang didapat. Ketika itu, ia melihat Melati tidur di ruang tengah rumah. Sementara sang kakek tidur di sebelahnya.

“Tiba-tiba, saksi melihat Mail terbangun dan menurunkan celana korban hingga ke paha,” jelas Burju Siahaan.

Tak hanya itu, Mail kemudian menurunkan celana dan mengeluarkan kemaluannya. Kemudian menggesek-gesekkan ke kemaluan bocah yang duduk di Sekolah Dasar (SD) tersebut. Tangan pelaku juga terlihat mengelus-elus kemaluan korban. Bahkan salah satu jari pelaku dikeluar-masukkan ke kemaluan bungsu dari lima bersaudara itu.

Setelah melakukannya selama lima menit, pelaku pun orgasme. Dengan tenang, pelaku beranjak ke kamar mandi dan kembali tidur di samping korban.

Saksi langsung memberitahukan peristiwa itu kepada paman korban. Atas keputusan keluarga, paman korban melaporkan kasus cabul tersebut ke Polres Tanjungbalai. Mendapat laporan tersebut, penyidik langsung berkoordinasi dengan pihak keluarga. Selanjutnya menangkap tersangka di Jln Jend Sudirman Gg Alpukat, Kel Pantai Johor, Kec Datuk Bandar, Senin (16/7).

“Sekarang tersangka mendekam dalam tahanan Makopolres Tanjungbalai untuk penyidikan intensif,” tambah Burju.

Atas perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 81 ayat 2 Subs Pasal 82 ayat 1 dari UU RI No.35 Tahun 2014 atas perubahan UU RI 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun penjara. (ambon)

Loading...