Dituduh Gambar Rumah Warga, Anak Polonia Dihajar PS Pangkalan Mansyur

28

DELITUA-M24 | Apes, sial, naas dan entah apa lagi sebutan yang bisa diberikan kepada M Idris (25) warga Jln Sejati Gang Imam Kel Sari Rejo, Kec Polonia. Niat hati hendak bertandang ke rumah kawannya malah kandas di atas tanah.

Dia tuduh sedang ‘menggambar’ rumah warga oleh belasan pemuda setempat (PS) di Jln AH Nasution Kel Pangkalan Mansyur, Kec Medan Johor. Padahal, dia cuma narik nafas karena capek berjalan kaki dari rumahnya. Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami kepala bengkak, lebam di dada dan perut, tangan sebelah kanan biram dan kaki bengkak.

Cerita korban saat membuat laporan di Polsek Delitua, Senin (30/7) sekira 12.30 WIB. Kejadian itu terjadi, Minggu (29/7) sekira 17.00 WIB. Katanya, sore itu dari rumah dia hendak bertandang ke rumah kawannya di sekitar lokasi. Karena tak punya kendaraan, dia memilih untuk berjalan kaki.

Karena letih berjalan, korban berhenti di salah gerbang rumah warga. Melihat ada orang asing yang berhenti , belasan pemuda yang sedang nongkrong di teras rumah langsung menghampirinya. Tanpa banyak tanya, mereka menuduh M Idris sedang merencakan pencurian dengan menggambar denah rumah warga.

Karena tak ada niatan tersebut, korban langsung membantah semua tuduhan para pemuda itu. “Karena kecapekan berjalan, maka berhenti sebentar,” akunya saat itu.

Baru lagi selesai cakap, Idris langsung dihadiahi pukulan dan tunjangan. Dihajar ramai-ramai, Idris pun sempoyongan hingga tersungkur ke tanah. Melihat korban sudah terkapar, belasan pemuda tersebut pergi begitu saja meninggalkannya seorang diri.

“Salah satu pelakunya saya kenal, biasanya dipanggil KT (28) warga sekitar TKP. Dan saya dituduh mata mata dan hendak membongkar rumah. Padahal saya hanya berhenti sebentar saja karena kecapekan jalan,” ungkap korban yang mengaku pernah menjadi TKI di Malaysia ini.

M Boru Situmorang (53) ibu korban mengaku sangat terkejut saat mengetahui anaknya babak belur ditunjangi belasan pemuda. Dia sangay berharap polisi segera mengambil langkah agar segera memproses kasus tersebut dan menyeret pelakunya ke muka hukum. “Pingsan saya saat mengetahui anak saya dihajar belasan pemuda. Saya berpikir anak saya sudah mati saat itu,” ungkap ibu 6 anak ini.

Tamblo (40) warga sekitar TKP mengaku melihat langsung bagaimana Idris dihajar para pemuda tersebut. Hal yang sama juga dikatakannya agar polisi segera bertindak dan mengamankan para pelaku. “Daerah itu sering dibuat pemuda menjadi ajang mencari duit. Sebab, kalau ada pemuda yang lain masuk, PS setempat langsung menuduhnya mata mata atau hendak membongkar rumah warga,” terangnya.

Kapolsek Delitua, Kompol BL Malau membenarkan laporan korban dan mengatakan akan segera memprosesnya. (mehuli)

Loading...