Diupah Rp15 juta, 2 warga Aceh pikul 1,5 kg sabu

24

KUALANAMU-M24 |Dua warga asal Aceh yang merupakan penumpang Citilink nomor penerbangan QG 332 tujuan Makassar transit Jakarta tertangkap memikul 1,5 kg sabu. Mereka diamankan di Security Chek Point (SCP) I lantai III Bandara Kualanamu, Senin (25/6/2018) sekira pukul 06.10 WIB.

Keduanya yaitu Muhammad (34) warga Dusun Suka Damai, Desa Buket Mulia, Kec Juli, Kab Aceh Utara, Aceh dan Anwar (27) warga Dusun Alue Phon, Desa Alue Rambong, Kec Juli, Kab Aceh Utara. Manajer Humas Bandara Kualanamu Wisnu Budi Setianto kepada wartawan menjelaskan, barang tersebut akan dibawa ke Makassar.

Penangkapan bermula sekira pukul 06.00 WIB, Muhammad dan Anwar tiba di Bandara Kualanamu dengan menggunakan taksi online. Setibanya di Bandara Kualanamu, Anwar masuk terlebih dahulu melewati pemeriksaan di SCP I.

Setelah menjalani pemeriksaaan, Anwar menunggu Muhammad temannya menjalani pemeriksaan SCP. Namun, saat tas ransel Muhammad menjalani pemeriksaan di SCP I, di layar monitor X Ray terlihat 3 bungkusan mencurigakan di tas yang dibawa Muhammad.

Curiga dengan isi tas tersebut, petugas membuka tas dan ternyata 3 bungkusan plastik tersebut berisi diduga sabu dengan berat total sekira 1,5 kg. Petugas meminta Muhammad menunjukkan Anwar temannya. Anwar diamankan di areal informasi lantai III Bandara Kualanamu. Selanjutnya Anwar dan Muhammad diamankan ke security building Bandara Kualanamu.

Selain mengamankan Anwar dan Muhammad serta sabu, petugas juga mengamankan barang bukti satu tas ransel, pakaian dan barang-barang lainnya, uang Rp1,4 juta dan 2 HP masing-masiing merek Nokia dan Samsung.

Kepada petugas keduanya mengaku bertemu dengan Abdulrahman di Kec Bireuen, Kab Aceh Utara, Aceh pada 22 Juni 2018. Abdulrahman menyuruh mereka mengantar barang yang dititipkan itu ke Makassar, Sulawesi Selatan. Abdulrahman memberikan uang Rp5 juta kepada keduanya. Mereka dijanjikan akan diberikan Rp10 juta lagi jika barang itu sudah tiba di Makassar.

Selanjutnya mereka berangkat ke Medan dengan menumpang bus dan tiba 23 Juni 2018. Setelah menginap, pada pada 24 Juni 2018, Muhammad mendapat telepon dari salah seorang pria. Dari telpon, pria yang belum diketahui identitasnya tersebut menyuruh keduanya datang ke Jln SM Raja simpang Yuki Plaza. Keduanya menuju lokasi tersebut.

Sesampainya di lokasi, mereka mengambil tas ransel yang diletakkan di bawah lampu lalu lintas (lampu merah). Tas itulah yang berisi sabu seberat 1,5 Kg. Setelah mengambil tas ransel keduanya kembali ke hotel. Keesokan paginya mereka berangkat ke Bandara Kualanamu.

“Keduanya diserahkan ke Polres Deliserdang. Mereka mengaku baru pertama kali menjadi kurir sabu,” tegas Wisnu.Sementara itu Kasat Narkoba Polres Deliserdang AKP Jama Purba ketika dikonfirmasi mengatakan pihaknya masih melakukan pemeriksaan intensif dan pengembangan. (yan febri)

Loading...