Dor! Dua resedivis diringkus, 1 roboh dipelor

28

NIAS-M24 | Dua resedivis tindak kejahatan diringkus personel Satreskrim Polres Nias Selatan (Nisel). Seorang tersangka pencurian kendaraan bermotor (curanmor) roboh setelah kakainya ditembus timah panas.

Sesuai instruksi Kapolri Jendral Tito Karnavian, personel Satreskrim Polres Nisel melakukan tindakan tegas terhadap dua resedivis tindak kejahatan. Mereka adalah Juwita Luaha alias Juwi (25), warga Desa Bawolahusa, Kec Mazino dan IFB (16), warga Desa Amandraya, Kec Amandraya, Kab Nias Selatan.

Kapolres Nisel, AKBP Faisal F Napitupulu didampingi Kasat Reskrim, AKP Antony Tarigan dalam paparan yang digelar Selasa (22/5) menjelaskan, tersangka Juwi merupakan target operasi petugas.

“Tersangka ini sudah berulangkali beraksi di wilayah hukum Polres Nias Selatan. Dari mencuri besi hingga sepedamotor (kreta),” ungkap Faisal F Napitupulu di hadapan awak media.

Penangkapan tersangka, lanjutnya berdasarkan laporan korban, Ranila Dakhi yang kehilangan kreta BK 2333 WF miliknya dari depan rumah, 30 April 2018. Petugas lalu melakukan penyelidikan. Dari keterangan sejumlah saksi, personel Unit Opsnal Satreskrim mendapati identitas tersangka dan melakukan pengejaran.

Tersangka akhirnya didapati di Desa Hilimagari, Kec Toma, Nisel saat sedang duduk di warung. Namun, ketika hendak ditangkap, tersangka melakukan perlawanan dan hendak melarikan diri. Petugas akhirnya mengambil tindakan tegas terukur ke arah kaki kanan. Dor! Tersangka pun roboh.

“Dalam pengembangan, petugas berhasil menyita barang bukti dua unit sepedamotor hasil curian. Selanjutnya tersangka dan barang bukti diboyong ke Polres untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” tutur mantan Kasubdit III Jahtanras Polda Sumut ini.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 363 Ayat (1) ke (3), (5) Subsider Pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal tujuh tahun.

ABG Jadi Spesialis Rumah Kosong

Sementara itu, IFB dibekuk karena terlibat dalam jaringan sepesialis rumah kosong yang sudah lima kali beraksi di lokasi berbeda.

Terakhir, tersangka beraksi di Dusun I Desa Hilikara, Kec Lolowau, Kab Nisel, 19 Mei 20018. “Tersangka melakukan aksinya pada pagi hari. Beberapa hari sebelumnya, ia sudah melakukan pengintaian terhadap rumah korban,” jelas Faisal.

Tersangka diketahui masuk ke rumah korban, Ukiran Giawa alias Ina Ferman dengan cara menyongkel jendela menggunakan pisau yang sudah disiapkan. Kemudian pelaku masuk ke dalam kamar, membongkar lemari dan mengambil sejumlah uang serta perhiasan emas, seperti kalung dan anting.

Saat hendak keluar rumah, tersangka mengambil beberapa slot rokok dari steling dan tas milik korban. Naas, saat keluar dari rumah, tersangka sudah ditunggu puluhan warga. Beruntung, personel dari Polsek Lolowau yang tengah berpatroli langsung mengamankan tersangka yang masih berstatus anak bawah umur tersebut.

Bukannya bersyukur, tersangka justru melakukan perlawanan dan berusaha melarikan diri. Akhirnya petugas melakukan tindakan tegas dan terukur untuk meringkus tersangka. “Dari tersangka IFB kita sita barang bukti beberapa slot rokok, beserta kalung dan anting emas,” beber Faisal.

Dalam pemeriksaan, tersangka mengaku sudah lima kali beraksi di sejumlah rumah kosong di Kec Lolowau, Nisel. Akibat perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 363 Ayat 1 (5) Junto Pasal 363 Ayat 2 Subsider Pasal 362 KUHPidana dengan ancaman hukuman penjara paling lama sembilan tahun.

“Saat ini kedua tersangka masih dalam pemeriksaan untuk mengetahui adanya keterlibatan orang lain tindak kejahatan yang mereka lakukan,” tutup Faisal. (chan/ahmad)

Loading...