Driver gojek dibegal, ditikam 11 liang

52

PERCUT-M24 |Aksi kejahatan jelang lebaran Idul Fitri makin mengkhawatirkan. Teranyar, salah seorang tukang ojek online jadi korban. Dia ditikam 11 liang oleh pria berjaket hitam yang jadi penumpangnya.

Peristiwa itu dialami oleh Fahri Husaini (23) warga Jln Alumunium I. Selain mendapat luka tikam, pengemudi Gojek ini juga kehilangan kreta dan HP miliknya. Perampokan dan penganiayaan itu dialaminya, Rabu (30/5) sekitar pukul 22.30 WIB di dekat Tol H. Anif, Medan.

Sulung dari 3 bersaudara ini keluar rumah dengan mengendarai kreta Honda Vario warna putih bernomor polisi BK 4540 AFW, untuk mencari penumpang. Karena ia ingin menambah penghasilan di bulan Ramadhan.

Ketika melintas di Jln Cemara, anak dari pasangan Husaini dan Nurbaiti ini, dihampiri seorang pria yang saat itu berjalan kaki.

Pria itu meminta tolong kepada Fahri dengan alasan kretanya bocor ban dan dompet ketinggalan di rumah. Untuk meyakinkan Fahri, pria berjaket hitam itu sempat menunjukkan kunci kretanya.

“Saya percaya dan berniat menolongnya. Malah sempat saya berniat untuk tidak mengambil ongkosnya,” kata Fahri saat ditemui di RS Imelda di Jln Bilal Medan, Sabtu (2/6) malam.

Tanpa menaruh curiga, kata Fahri, dia membawa pria yang diperkirakan berumur 30 tahunan itu. Awalnya pria itu minta diturunkan di dekat parit busuk Jln Cemara. Namun, berubah tujuan dengan meminta turunkan di simpang BW.

Fahri yangmengaku ayahnya tinggal di Aceh melanjutkan, pria yang dibawanya meminta Fahri menurunkannya di Tol H Anif.

Setelah lewat Tol H Anif, pria itu menyuruhnya berbelok ke salah satu gang. Disaat berbelok itulah, pria tersebut menikam leher Fahri sekali, 3 kali tikaman di dada, 3 kali tikaman di tangan kiri, 3 kali tikaman di kaki kiri dan sekali tikaman di kaki kanan.

“Kayaknya dia pakai belati. Beruntung saya pakai helm dan jaket tebal, sehingga ke-11 tikaman itu tidak terlalu dalam. Saat itu saya minta tolong. Terus pelaku kabur sambil membawa kreta dan HP saya,” ungkapnya.

Warga yang melihat Fari berlumuran darah, membawanya ke Klinik Bertha di Pasar 4, Mabar. Karena kondisinya parah, pihak klinik menghubungi keluarga korban.

Kemudian korban dibawa ke RS Imelda. Keesokan harinya, keluarga Fahri melaporkan hal itu ke Polsek Percut Sei Tuan dengan No LP/1085/ K/V/2018/SPKT Percut.

Kapolsek Percut Sei Tuan Kompol Faidil Zikri kepada M24 membenarkan penikaman disertai perampokan yang dialami Fahri. Menurutnya, Unit Reskrim telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa saksi-saksi.

“Penyelidikan dibantu oleh Reskrim Polrestabes Medan. Kita juga mengaktifkan petugas khusus arah wilayah hukum Percut,” tandasnya. (irwan)

Loading...