Dua oknum polri terlibat jaringan Nova Zein

28

Ahmad-Medan | Satu persatu jaringan Nova Zein diungkap Subdit III/Umum Direktorat (Dit) Reskrimum Polda Sumut. Kali ini, dua oknum Polri yang ditangkap. Mereka ditangkap beserta dua tersangka lainnya.

“Dari pengembangan kasus penggelapan mobil tersangka NZ, kita kembali menangkap empat tersangka baru dan mengamankan tujuh unit mobil,” terang Direktur Reskrimum Polda Sumut, Kombes Pol Andi Rian didampingi Wadir AKBP Andri Setiawan, Senin (12/3).

Dijelaskan Andi, tersangka berinisial AN dan NO merupakan anggota Polri. AN personel Bidang Propam Polda Aceh. NO merupakan anggota Polres Sergai. Sementara dua tersangka lainnya yakni Jefri warga Sei Mencirim, Sunggal, Deliserdang dan Dedi Aceh, warga Tembung, Deliserdang.

Keempat tersangka berperan sebagai pengedar atau penjual mobil mewah rentalan yang telah digelapkan Nova Zein dari pemiliknya dengan harga ratusan juta rupiah. Untuk Toyota Fortuner VRZ, dijual Rp190 juta.

Dari peran sebagai perantara itulah, mereka mendapat komisi antara Rp1 juta sampai Rp3 juta. “Sampai sekarang sudah 11 unit mobil hasil penggelapan NZ yang kita sita dari Aceh, Riau dan Sumatera Barat,” beber Andi.

Ke-11 mobil tersebut terdiri 4 unit penangkapan sebelumnya di antaranya, Toyota Alpard, Innova, Pajero Sport. Sedangkan 7 unit yang menyusul pada penangkapan keempat tersangka ini yakni 3 Fortuner, 2 Innova dan 2 Toyota Avanza.

Dia mengungkapkan, dalam kasus yang melibatkan NZ, pihaknya telah menangani delapan Laporan Polisi (LP), termasuk dugaan penipuan dan penggelapan uang.

Untuk kasus penipuan dan penggelapan mobil, berdasarkan LP tersebut, diketahui sebanyak 76 unit mobil korbannya telah dijual kepada penadah dengan harga bervariasi. Saat ini, penyelidik tengah memburu 65 unit mobil lagi di lapangan.

Seorang tersangka menjawab Andi Rian menyebutkan, praktek penjualan mobil mewah rentalan tersebut dengan cara meyakinkan para pembeli atau penadah, tidak ada masalah. Segala urusan kepemilikan kendaraan dan dokumennya bisa langsung berhubungan dengan NZ.

Andi mengimbau, kepada para pembeli atau penadah mobil yang pernah berurusan dengan tersangka Nova Zein untuk segera berkoordinasi dengan pihak Subdit III/Umum Dit Reskrimum Poldasu.

“Lebih baik dia (penadah, red) datang ke kita bertemu dengan penyidik, daripada nanti tertangkap di jalan. Kita tunggu itikad baik para pembeli mobil dari NZ itu,” imbau Andi.

Sebelumnya, mengatasnamakan anggota badan organisasi sayap dunia PBB (United Nation) membidangi sektor perempuan, Nova Zein alias NZ (33), warga Kompleks Perumahaan Graha Johor Blok B nomor VII, Medan Johor, ditengarai telah menjual lebih dari 67 unit mobil mewah yang direntalnya.

Selain NZ, polisi juga menangkap tiga tersangka lain masing-masing UG sebagai sopir, sekretarisnya inisial KB alias C dan agen penjualan inisial HP. Polda Sumut sudah menerima belasan laporan korban. Dari penyelidikan dan penyidikan polisi, Yayasan Sumatera Women Foundation yang digunakan tersangka untuk menipu para korbannya, ternyata lembaga fiktif alias ilegal.

Modus penipuan dan penggelapan ini, terang Andi, NZ membuat perjanjian dengan korban untuk memperoleh kendaraan operasional. Untuk memuluskan aksinya, komplotan ini membawa-bawa nama lembaga sayap dunia PBB.

Loading...