Dua Polisi Dikeroyok Digigit & Ditunjangi

16

TANJUNGMORAWA-M24 | Lagi-lagi perlawanan diberikan pelaku kejahatan saat ditangkap polisi. Dua personel Polsek Tanjungmorawa jadi korban keberingasan seorang residivis narkoba yang dibantu warga saat penangkapan, Jumat (7/9) malam.

Keterangan dihimpun metro24, penangkapan bermula saat petugas Polsek Tanjungmorawa mendapat laporan jika ada pengguna narkoba di wilayah hukum mereka. Laporan menyebut, seorang penarik becak bermotor (betor) dan pengarit rumput bernama Anwar (38) warga Dusun III Desa Naga Timbul, Kec Tanjungmorawa, baru saja membeli sabu-sabu.

Berbekal laporan itu, beberapa petugas Polsek Tanjungmorawa melakukan penyelidikan. Saat Anwar keluar dari kediamannya menunggangi kreta Suzuki Shogun warna hitam, polisi pun langsung mencegatnya. Tapi nyali Anwar tak surut. Bapak satu anak yang pernah tersangkut kasus ganja dan divonis 2 tahun 3 bulan pada 2004 itu memberikan perlawanan. Sepaket sabu seharga Rp100 ribu yang dipegang dibuang Anwar ke tanah.

Aksinya itu terlihat petugas. Mantan narapidana yang bebas tahun 2007 lalu itu pun ditangkap. Namun, Anwar berontak saat tangannya akan diborgol.

Tak hanya itu, dia juga teriak-teriak hingga mengundang kerumunan warga. Beberapa warga tersulut dan coba membantu Anwar agar tak dibawa petugas.
Polisi bergeming. Walau Anwar berontak dan terus membantah terkait kepemilikan sabu-sabu, tangannya tetap diborgol. Kehabisan akal, Anwar lalu menggigit tangan kiri Brigadir Samuel Barus, petugas yang memeganginya.

Gigitan itu nyaris membuat Anwar berhasil melarikan diri. Hanya, Brigadir Viktor sigap menyergap.
Di luar dugaan petugas, adegan nekat yang dipertontonkan Anwar itu memicu massa semakin mendekat. Brigadir Viktor ditampar dan ditunjangi bertubi-tubi. Demikian pula Brigadir Samuel.

Sembari terus menghajar kedua petugas itu, warga berupaya melepaskan Anwar. Di saat genting itu, sejumlah anggota Polsek Tanjungmorawa turun ke lokasi.

Melihat polisi makin banyak, massa pun mundur teratur dan membiarkan Anwar diboyong ke Markas Polsek Tanjungmorawa, berikut barang bukti sepaket sabu. Usai dilakukan pemeriksaan awal, Sabtu (8/9) siang, Anwar diserahkan ke Sat Narkoba Polres Deliserdang.

Kanit Reskrim Polsek Tanjungmorawa, Iptu OJ Samosir SH saat dikonfirmasi mengakui upaya penankapan terhadap Anwar sempat dihalangi warga. Dijelaskannya, Anwar merupakan seorang residivis kasus narkoba. Saat diinterogasi, Anwar mengakui perbuatannya.
“Aku ditangkap dekat rumah sehingga banyak warga datang. Aku pakai narkoba sejak 6 bulan lalu. Barang bukti sabu itu kebeli dari seseorang bernama Lancip di Desa Dagang Kerawan, Tanjungmorawa,” akunya.

Terpisah, Brigadir Samuel Barus dan Brigadir Viktor juga mengakui jika mereka mendapat perlawanan saat mengamankan Anwar. “Tanganku digigitnya, sedangkan kawanku ditampar dan ditunjangi. Hampir saja kami KO (kalah) karena massa sudah ramai berkumpul minta pelaku dibebaskan,” ujar Brigadir Samuel Barus yang membawa Anwar ke Sat Narkoba Polres Deliserdang.
Aksi perlawanan pelaku narkoba bukan sekali ini saja terjadi di wilayah hukum Polres Deliserdang. Sebelumnya, Kamis (6/9) lalu, personel Sat Narkoba Polres Deliserdang, Bripka Baktiar Tarigan, juga luka lecet dan memar di kedua kaki karena dipukul pakai batu oleh tersangka Muhammad Kasim (19) saat penangkapan di Desa Dalu XA, Kec Tanjungmorawa. (yan febri)

Loading...