Duel Maut Penderes Tuak, 1 Tewas Ditikam

SUKANALU-M24 | Usai menjajal maut dengan pertarungan bersenjatakan belati, Hariabadi diringkus petugas Unit Reskrim Polsek Barusjahe. Dia dijemput langsung dari kediamannya di Desa Sukanalu, Kec Barusjahe, Karo, Jumat (5/10) sekitar pukul 23.30 WIB.

Ditemui M24 di Markas Polsek Barusjahe, Sabtu (6/10), Hariabadi mengakui telah menikam hingga tewas Supriadi, rekannya sesama penderes tuak. Menurutnya, semua bermula dari ucapan Supriadi, Jumat (5/10) sekira pukul 19.00 WIB, di lapo milik Juardi Sembiring.

Kepada sejumlah orang di lapo, Supriadi mengatakan tuaknya hilang dicuri, sembaril mengungkap kecurigaan terhadap Hariabadi. Selanjutnya Supriadi beranjak, sementara Hariabadi sendiri sedang tidak ada di lapo.

Loading...

“Dia cerita sama Ginting dan Sembiring bahwa saya sering curi tuaknya,” jelas Hariabadi mengenai motif yang melatari duel mautnya dengan Supriadi.

Tak lama berselang, Hariabadi datang ke lapo. Sontak orang-orang mempertanyakan cerita Supriadi itu padanya. Merasa tak melakukan hal yang dituduhkan, Hariabadi pun menyangkal. “Untuk apa pula aku ambil tuaknya, sementara hasil tuakku setiap hari 12 teko? Sedangkan dia (korban) hanya dapat 2 teko,” kata Hariabadi.

Saat dirinya sedang minum, datanglah Supriadi. Seketika dia memanggil Supriadi sembari menyuruh untuk mengambil gelas. Supriadi duduk di sebelahnya. Hariabadi melanjutkan, dia mempertanyakan soal tudingan telah mencuri tuak yang dilontarkan oleh Supriadi.
“Kapan kuambil tuakmu rupanya permen (keponakan, red), maka kam curigai aku mengambil tuakmu,” ucap Hariabadi.

Pertanyaan itu dijawab Supriadi. “Tidak ada kubilang itu,” kata Supriadi kala itu. Hanya saja, bilang Hariabadi, kala itu Supriadi menjawab sambil marah-marah. Bahkan setelah itu, Supriadi berusaha memukul wajah dia. Namun Hariabadi mampu mengelak. “Saat itu dia (korban) langsung kutinju wajahnya dan dia langsung lari. Aku berusaha mengejarnya,” bilang Hariabadi.

Tiba-tiba Supriadi berbalik ke arahnya. Hariabadi yang telah memegang belati, menikamkan senjata tajam sepanjang 30 cm itu ke perut Supriadi sebanyak satu kali. “Dia kembali lari setelah kutikam, sementara aku dipegangi warga agar tidak mengejarnya lagi,” ucap Hariabadi.
Melihat kejadian itu, Supriadi yang berdarah-darah, dilarikan warga ke RSU Kabanjahe. Namun, sesampainya di rumah sakit, Supriadi dinyatakan sudah tak bernyawa.

Kapolsek Barusjahe AKP FM Tarigan didampingi Kanitreskrim Aiptu Antoni Ginting saat dikonfirmasi M24 menuturkan, Hariabadi dan Supriadi sesama penderes tuak. Di antara Hariabadi dan Supriadi sudah memiliki pohon masing-masing yang biasa dideres. Namun Supriadi melontarkan tuduhan jika Hariabadi mencuri tuak hasil deresannya.

FM Tarigan menambahkan, setelah penikaman tersebut, Hariabadi kembali ke rumahnya. Hariabadi diciduk ketika akan tidur. Barang bukti yang diamankan dari Hariabadi yakni belati yang dipakai untuk menikam Supriadi dan pakaian yang dikenakan Supriadi ketika peristiwa berdarah itu terjadi.

“Saat ini telah dilakukan pemeriksaan terhadap 3 orang saksi. Jasad Supriadi telah dibawa ke rumah orang tuanya di Desa Aji Julu, Kecamatan Tigapanah,” kata FM Tarigan. (herlin)

Loading...