Dugaan Korupsi di BPAD Provsu Dipantau Kejatisu

300

M24.CO|MEDAN
Kejaksaan Tinggu Sumatera Utara (Kejatisu) pantau dugaan korupsi di BPAD Provsu (Badan Perpustakaan Arsip dan Dokumentasi Provinsi Sumatera Utara) yang bersumber dari APBD Sumut TA 2014.

Kasipenkum (Kepala Seksi Penerangan Hukum) Kejatisu, Bobbi Sandri kepada wartawan, Sabtu (8/10) mengatakan beberapa kasus yang diduga sarat korupsi itu adalah pengembangan perpustakaan SD/MI di Sumut sebesar Rp3.596.250.000 APBD SU TA 2014, pengembangan perpustakaan pondok pesantren di Sumut Rp614.375.000 APBD SU TA 2014, dugaan korupsi pengadaan buku keliling kabupaten/kota di Sumut sebesar Rp816.000.000 APBD SU TA 2014 sebanyak 16.000 eksemplar.

Dugaan korupsi itu dimulai dari pengembangan perpustakaan SLTP di Sumut sebesar Rp3.701.250.000 APBD SU TA 2014, serta dugaan korupsi lainnya dalam pengadaan bantuan buku perpustakaan rumah ibadah sebesar Rp3. 701.250.000 APBD SU TA 2014. “Masih kita selidiki, jadi statusnya masih penyelidikan,” sebut Bobbi.

Dengan ini, Penyidik Kejati Sumut sudah melakukan proses hukum dengan melakukan pemeriksaan saksi-saksi dari pihak BPAD Pemprov Sumut. Namun, Bobbi enggan menjelaskan secara detail siapa saksi yang sudah dimintai keterangan terkait hal ini. “Yang pasti sudah ada saksi yang sudah kita periksa,” sebutnya.

Bobbi juga membenarkan bahwa orang nomor satu di BPAD Provsu, Hasangapan Tambunan sudah beberapa kali dimintai keterangan. “Termasuk beliau juga sudah beberapa kali kita mintai keterangan,” ujar Bobbi.

Lanjut Bobbi, dalam penyelidikan kasus ini, tidak tertutup kemungkinan statusnya akan naik ke tahap penyidikan dan menetapkan tersangka. “Bisa saja statusnya naik menjadi penyidikan dan ditetapkan tersangkanya. Jadi semua tergantung dari fakta-fakta yang kita temukan dalam proses penyelidikan ini,” tutup Bobbi. (van)

Loading...