Edarkan 11 Kg Sabu & 27.071 Butir Ekstasi, 3 Cowok 1 Cewek Terancam Hukuman Mati

18

PN MEDAN-M24 | Surijani alias Yeyen dan tiga teman prianya, Safrawi, Muhammad Dany alias Mamat serta Jabar Hadid hanya bisa pasrah saat diadili di Pengadilan Negeri (PN) Medan. Pasalnya, keempatnya terancam hukuman mati karena terlibat peredaran sabu seberat 11 kg lebih dan pil ekstasi sebanyak 27.017 butir.

“Keempat terdakwa telah melakukan permufakatan jahat secara tanpa hak dan melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, menyerahkan atau menerima narkotika golongan I dalam bentuk bukan tanaman beratnya melebihi 5 gram,” kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) Marina Surbakti membacakan dakwaan di ruang Cakra VIII, PN Medan, Kamis (16/8) sore.

Di hadapan majelis hakim yang diketuai oleh Erintuah Damanik, JPU Marina menjelaskan, bahwa Safrawi ditawarkan kerjaan oleh Fajri (DPO) untuk mengambil paket sabu. Lalu, Safrawi yang menyanggupi kerjaan itu berangkat dari Aceh ke Medan.

“Tak lama, Safrawi dihubungi oleh Mamat yang merupakan orang suruhan Fajri. Keduanya bertemu di dalam mobil milik Mamat dekat musholah Jln Kapten Sumarsono,” jelasnya.

Marina melanjutkan, Mamat menyerahkan empat bungkus sabu kepada Safrawi. Tapi, petugas kepolisian yang mencium adanya transaksi sabu langsung menciduk keduanya di lokasi.

“Kepada polisi, Safrawi mengaku disuruh oleh Fajri untuk membawa sabu itu ke Aceh dan dijanjikan mendapat Rp2 juta,” bebernya.

Selanjutnya, polisi melakukan pengembangan dan melakukan penggeledahan di rumah kontrakan Yeyen di Jln Lembaga Pemasyarakatan, Desa Tanjung Gusta, Kec Helvetia.

“Dalam penggeledahan yang disaksikan oleh Safrawi, Mamat, Jabar Hadid dan Yeyen itu, polisi menemukan satu buah tas berwarna merah hijau berisi 11 bungkus plastik teh warna hijau merek Guanyiang yang berisi sabu dengan berat 11.033 gram dan narkotika jenis pil ekstasi sebanyak 27.017 butir,” pungkas JPU Marina.

Perbuatan para terdakwa diatur dan diancam pidana dalam Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman hukuman mati. (ansah)

Loading...