Edarkan 43 kg sabu & 58.000 ekstasi

Irwan-Medan | Dua anggota jaringan narkotika internasional tewas diterjang peluru petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) yang didukung Bea Cukai, Polda Sumut dan Polda Aceh. Sebanyak 281 ribu jiwa anak bangsa pun berhasil diselamatkan.

Delapan anggota jaringan narkotika internasional ditangkap personel Badan Narkotika Nasional (BNN). Dua diantaranya tewas ditembak karena mencoba kabur. Total 43 Kg narkotika jenis sabu dan 58 ribu butir pil ekstasi diamankan sebagai barang bukti.

Hal itu terungkap dalam paparan yang digelar di halaman BNN Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Jln Willem Iskandar, Pasar V Barat I, No.IA, Kel Medan Estate, Kec Percut Sei Tuan, Senin (2/4) sekitar pukul 13:30 WIB.

Loading...

Kepala BNN, Irjen Pol Heru Winarko didampingi Deputi Bidang Pemberantasan BNN, Irjen Pol Arman Depari mengatakan, kedelapan tersangka ditangkap di tujuh tempat kejadian perkara (TKP). “Berawal informasi masyarakat terkait keberadaan narkotika jenis sabu,” ucap Heru kepada awak media.

Petugas langsung menindaklanjuti dengan penyelidikan di lapangan. Hasilnya Khaerun Amri (27), warga Aceh ditangkap saat melintas dengan mengendarai mobil pick up di jalan raya Tanjungpura KM 51-52, Kel Kebun Lada, Kec Hina, Kab Langkat, Rabu (28/3) sekitar pukul 16:00 WIB. Saat digeledah, petugas menemukan dua bungkus sabu seberat 1.077,8 gram dalam keranjang berisi buah jeruk.

Dalam pengembangan, sekitar pukul 20:00 WIB, petugas mengamankan 15 Kg sabu dan 58 ribu butir pil ekstasi dari salah satu rumah di Perumahan Taman Anggrek No.8 Jln Flamboyan Raya, Kel Tanjungselamat, Medan.

Keesokan harinya, Kamis (29/3) sekitar pukul 05:30 WIB, Andy Syahputra (19) dan Rendy Prayoga (26) ditangkap di Jln Tengku Amir Hamzah KM 29, Kel Jati Utomo, Kec Binjai Utara, Kota Binjai.

Sebanyak 20.619 gram sabu ditemukan dari kedua warga Medan ini. Hanya berjarak tiga kilometer dari lokasi penangkapan, personel BNN meringkus Mukhlis (31), warga Aceh. Turut diamankan satu unit mobil SUV dan 5 unit telpon genggam (HP).

Jelang (29/3) pukul 23:40 WIB, Zulkifli alias Dun (40), warga Aceh ditangkap di Jembatan Kembar, Kp Lahan, Kec Medan Sunggal dengan barang bukti 1 KTP asli dan 1 unit HP warna putih.

Tak berhenti di situ, BNN berkoordinasi dengan petugas gabungan di Medan dan tim BNNP Provinsi Aceh. Hasilnya dua warga Aceh, Murtala (37) dan Rizal Sahputra (36) ditangkap di Jln Rama Setia Merduati, Lampaseh Kota, Kec Kutai Raja, Banda Aceh, Jumat (30/3) sekitar pukul 16:40 WIB.

Keduanya dibawa untuk pengembangan ke Lhokseumawe. Saat melintas di Jln Soekarno Harta, dalam keadaan tergari, tersangka Murtala melakukan perlawanan dan membuka pintu mobil petugas untuk melarikan diri. Tak pelak, petugas melepas tembakan terukur. “Tersangka tewas ketika dalam perjalanan ke rumah sakit,” jelas Heru.

Setiba di Dusun Melati, Desa Biara Barat, Kec Tanah Jambo Ade, Kec Aceh Utara, Sabtu (31/3) sekitar pukul 03.00 WIB, petugas langsung menangkap Denni Saputra (27) dengan barang bukti 7 Kg sabu.

Berdasarkan investigasi petugas gabungan, Mohtar Nusalelu (46) pun ditangkap di rumahnya di Jln Medan-Binjai dengan barang bukti 1 Kg sabu yang disembunyikan di kamar mandi.

Ketika ditangkap, pelaku melakukan perlawanan dan mencoba melarikan diri. Petugas pun kembali melepas tembakan terukur. Sayang, pelaku tewas dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Dalam pemeriksaan lanjutan diketahui, tersangka yang tewas, Murtala berperan mengendalikan masuknya barang haram tersebut dari Malaysia hingga peredarannya. Atas perbuatannya, keenam tersangka dijerat dengan Undang Undang Narkotika.

“Ancaman hukuman mati. Paling rendah seumur hidup. Dalam peristiwa ini ada 281.000 jiwa anak bangsa selamat dari penyalahgunaan narkoba,” pungkasnya.

Loading...