Eksploitasi Anak Bawah Umur, Pasutri Pemilik ICG Terancam 10 Tahun Penjara

16

MEDAN-M24 | Meski berstatus tahanan luar dan wajib lapor, pasangan suami istri (pasutri) pemilik Ice Cream Garden (ICG), Salim Wongso (45) dan istrinya, Julia Lim (40) terancam hukuman penjara dalam waktu yang lama.

Keduanya dianggap telah melakukan eksploitasi secara ekonomi terhadap anak. Polisi pun mempersangkakan keduanya dengan Pasal 88 Yo 76 I UU No.35 Tahun 2014 Tentang Perubahan atas UU RI No.23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. Ancamannya 10 tahun penjara.

“Ancamannya 10 tahun penjara,” kata Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dadang Hartanto SH SIK MSi saat memaparkan hasil penggerebekan tempat hiburan khusus anak (ICG) di halaman Polrestabes Medan, Kamis (16/8) sore.

Untuk menutupi usaha ilegalnya, ‘Ice Cream Garden’ menjual beberapa menu makanan di lantai bawah. Namun, dentuman musik DJ, lampu diskotek serta puluhan muda-mudi berusia belasan tahun berkumpul di lantai 3.

“Pemilik kafe ini menyediakan musik dan lampu disko serta mengundang seorang DJ bayaran agar tamu datang ke ICG. Ketika masuk, para tamu wajib membayar Rp15 ribu perorang dan mendapat satu botol air mineral merk Himudo,” jelas Dadang didampingi Kasat Reskrim, AKBP Putu Yudha Prawira SIK MH.

Parahnya, selain mengundang remaja wanita dan pria bawah umur, Salim Wongso dan istrinya Julia Lim juga mempekerjakan karyawan yang masih belia dan berstatus pelajar. Keduanya adalah TBS alias Bayu (17), warga Jln Siawi, Desa Bandar Setia, Kec Percut Sei Tuan dan RA (19), warga Jln Selamat Ketaren, Desa Medan Estate.

“Jadi, pasal yang menjerat kedua tersangka adalah mengenai mempekerjakan anak bawah umur,” sebut tegas Dadang.

Kedua petugas, kedua tersangka sewaktu mengaku menyesali perbuatannya. Bisnis hiburan khusus anak yang dibuat mirip diskotek di Komplek MMTC, Desa Medan Estate, Kecamatan Percut Sei Tuan tersebut baru dimulai sekitar empat bulan lalu.

“Awalnya cuma arena musik sejak empat bulan lalu. Tapi anak-anak yang datang sering mencolok kabel ke HP-nya, lalu kami sediakan sekalian alat musik DJ sekaligus pemainnya,” ucap, Julia Lim.

Dengan sedikit tambahan dan alat, renovasi dan menjadikan ruangan di lantai 3 gedung miliknya itu ternyata ampuh menambah rupiah baginya. Setiap harinya, puluhan pengunjung sudah ramai di dalamnya. “Kami bukanya dari jam sembilan sampai jam satu malam. Perhari omsetnya sekitar dua jutaan. Kalau malam minggu lebih besar lagi,” aku Salim Wongso.

Diberitakan sebelumnya, sebuah ruko elit bernama ‘Ice Cream Garden” atau “Salim Wongso” yang terletak di Jln Selamat Ketaren, Komplek MMTC Blok Q No.17, Desa Medan Estate, Kec Percut Sei Tuan digerebek tim gabungan Polrestabes Medan dan Polsek Percut Sei Tuan, Sabtu (11/8) sekitar pukul 21.00 WIB.

Dalam penggrebekan diamankan beberapa wanita bawah umur dan puluhan tamu. Yaitu 56 pria dan 15 wanita. Empat diantaranya dipastikan positif mengonsumsi narkoba. Oleh polisi, keempatnya diserahkan ke BNN.

Karena pemilik tak mampu menunjukkan surat izin usaha, petugas menyita barang-barang yang ada di ruko tersebut. Yakni 1 stempel, 1 botol tinta merk stam pad, 1 alas tinta merk debozz, 1 Laptop, 1 set alat DJ, 7 speaker, 1 amplifier BT 2000, lampu disko, serta uang Rp2.164.000.

Loading...