Empat Bulan Menikah, Adik Ipar Pun Digarap

TANJUNGBALAI-M24 | Baru empat bulan resmi berumahtangga, Mhd Nur Manik (38) justru menyabuli adik iparnya yang masih bawah umur. Sebelum jadi bulan-bulanan, warga Jln Jampalan, Dusun IX, Desa Simpang Empat, Kec Simpang Empat, Kab Asahan ini menyerahkan diri ke pihak kepolisian.

Kapolres Tanjungbalai, AKBP Irfan Rifai SH SIK melalui Kasat Reskrim, AKP Burju Martahan Habonaran Siahaan SH menuturkan, empat bulan lalu, tersangka menikah dengan Indah (30), warga Jln Rel Kereta Api, Link V, Kel Sei Raja, Kec Sei Tualang Raso (STR). Keduanya sempat tinggal di Kel Muara Sentosa, Kec STR.

Sepertinya tersangka mengalami kelainan seksual. Ia kerap memperhatikan adik iparnya, Bunga (9) yang kerap datang ke rumah mereka. Lama-kelamaan, ia dikuasai nafsu dan ingin menyicipi tubuh mungil Bunga. Tepatnya hari ketiga lebaran. Saat Indah sedang keluar rumah, Bunga datang seorang diri. Pelaku pun melampiaskan hasrat terpendamnya kepada korban yang masih duduk di bangku Kelas III Sekolah Dasar (SD) tersebut.

Loading...

Berhasil di aksi pertama membuat pelaku ketagihan. Terlebih Indah mengajak serta korban untuk tinggal bersama mereka di Jln Rel Kereta Api, Link V, Kel Sei Raja, Kec ST Raso. Ketika itu korban baru pulang sekolah, Sabtu (21/7) sekitar pukul 11:00 WIB. Sedangkan Indah tengah bekerja di Jln Asahan, Kel Indra Sakti, Kec Tanjungbalai Selatan.

Pelaku yang sudah kesetanan mengajak korban ke dalam kamar. Di situ pakaian korban dibuka hingga polos. Pelaku juga melepaskan pakaian kemudian menyalurkan hasratnya kepada korban. Tanpa disadari, abang korban masuk ke rumah dan mendapati pelaku bersama adiknya dalam keadaan bugil.

Diam-diam, abang korban keluar dan berlari mendatangi ibu serta kakaknya yang juga istri pelaku. Mengetahui hal itu, ibu korban bersama istri pelaku bergegas pulang. “Kau apakan anakku? Kenapa sampai kau dan anakku bertelanjang di dalam kamar berduaan?” tanya ibu korban kepada pelaku.

Awalnya pelaku membantah. Namun langsung dipatahkan oleh pengakuan korban. “Ada. Aku ditelanjangi selanjutnya burungnya itu dimasukkan ke kemaluanku,” beber korban.

Saat itu juga ibu korban dan istri pelaku mendatangi Makopolsek Sei Tualang Raso dan melaporkan peristiwa itu. Sementara itu, mendengar tetangga sudah mulai ribut, pelaku menyusul istri dan mertuanya ke Polsek untuk menyerahkan diri.

“Tersangka dijebloskan ke dalam tahanan dan dikenakan Pasal 81 Subs 82 dari UUU RI No.35 Tahun 2014 atas perubahan UU RI No.23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun penjara,” pungkas Burju Siahaan.(ambon)

Loading...