Gaji PPS Rp115 Juta Disikat 2 Pria Naik Jupiter

Muya Wati

PANGKALANSUSU-M24 | Panitia Pemungutan Suara (PPS) di Kec Pangkalansusu, Langkat, terancam tak gajian. Pasalnya, bendahara Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang baru mengambil uang Rp115 juta untuk membayar gaji dirampok.

Perampokan dialami korban, Muya Wati (41) warga Dusun 1, Desa Tanjung Pasir, Pangkalansusu, ketika dia sampai di rumahnya, Jumat (5/10) sekira pukul 12.30 WIB.
Kanit Reskrim Polsek Pangkalansusu, Ipda Wanda kepada M24, Jumat (5/10) menjelaskan, peristiwa bermula ketika korban berangkat sekira pukul 09.30 WIB. Dari dari kantor Camat Pangkalansusu, korban yang menaiki mobil Toyota Calya BK 1964 PL menuju BRI Cab Brandan, di Jln Thamrin.

Kemudian sekira pukul 10.30 WIB, korban bersama Masnidah, Ade Roshani dan Yusni mengambil uang ke BRI Cab Brandan sebesar Rp220 juta.Dari jumlah tersebut, Yusni memegang Rp105 juta, sedangkan korban memegang Rp115 juta. Selepas itu, korban dan ketiganya singgah untuk makan di warung sekitar Pelabuhan Pangkalansusu. Tas dan uang dibawa turun oleh korban dan saksi tersebut.

Loading...

Sekira pukul 12.00 WIB, kata Wanda, korban mengantar Yusni ke kantor Camat Pangkalan Susu. Berselang 30 menit kemudian, korban tiba di rumah. Dia lalu parkir depan rumah. Lalu ke luar dari mobil dan hendak membuka pintu garasi. Tas berisi uang ratusan juta itu ditinggalnya di mobil.

Sesaat kemudian, dua laki-laki berboncenga kreta Jupiter MX hitam, mengambil tas berisi uang tersebut dari dalam mobil. Korban bersama saksi mengejar dan sempat tarik menarik tas dengan pelaku. Seorang pelaku memukul korban hingga korban jatuh. Dalam sekejap, kedua pelaku melarikan diri.

Dijelaskan Wanda, selain uang Rp115 juta, di tas itu terdapat HP bermerek Oppo, KTP, kartu pegawai, STNK dan SIM milik korban.
“Kami akan berkerja sama dengan Unit Reskrim Polres Langkat untuk melakukan pengungkapan. Kami akan minta rekaman CCTV BRI,” ujar Wanda. (rudi)

Loading...