Gegara karyawan pengusaha kafe di Siantar ribut

SIANTAR-M24 |Pengusaha kafe di Siantar saling ribut. Pertikaian ini melibatkan bos Kafe DL dengan anak pengusaha kedai Liming Kok Tong. Persoalannya karena salah seorang karyawan.

Ditemui di tempat usahanya Liming Kok Tong, Jln MH Sitorus, Jumat (18/5) sekira pukul 11.30 WIB, Vincent Forest (28) menuturkan, pemilik Kafe DL yakni Herta Olide Onnike br Sirait (41). Herta merupakan istri dari Daniel Silalahi yang menjabat Camat Siantar.

Vincent cerita persoalan ini bermula ketika ia mau bertemu bekas karyawannya Roy Sitepu, Sabtu (21/4). Pasalnya, Roy Sitepu diam-diam pindah kerja ke Kafe DL milik Herta di Jln KH Ahmad Dahlan, Kel Bukit Sofa, Kec Siantar Sitalasari. Vincent bersama dua temannya, menuju kafe tersebut. Ia ingin bertemu dengan Roy Sitepu untuk menagih janji. Karena Roy masih ada sangkutan kasbon ketika masih bekerja di Liming Kok Tong.
“Sampai di sana saya lihat Roy Sitepu sudah kerja di bagian bar. Saya bertanya sama karyawan siapa manajer kafe. Tak lama, datang seorang perempuan yaitu Herta pemilik kafe,” jelasnya.

Loading...

Pria yang tinggal di Jln Cipto, Kel Proklamasi, Kec Siantar Barat ini melanjutkan, ia diajak Herta masuk ke ruangan. Vincent memberitahukan persoalan Roy Sitepu yang masih punya sangkutan kasbon saat kerja di Liming Kok Tong.
Karena obrolan terganggu karena suara live musik yang begitu keras, Vincent dan Herta pindah ngobrol di kursi luar. “Tiba-tiba saja Daniel suami dari Herta mendatangi saya,” ujarnya.

Cerita Vincent, ketika itu Daniel memaki-makinya. Bahkan Daniel yang tinggal di Jln Parapat, Kel Tong Marimbun, Kec Siantar Simarimbun, mengancam akan membuat keributan di Kok Tong milik orang tuanya.

Sambil mengaku sebagai ketua salah satu OKP, Daniel melemparnya pakai tisu. Lalu melemparkan pas kayu tempat nomor meja ke arah tubuhnya. Peristiwa ini disaksikan Herta dan teman-temannya.

Sambung Vincent, terakhir Daniel melemparkan asbak hingga membuat tangan kirinya luka koyak dan berdarah. Tamu yang ada di kafe DL datang melerai. Vincent dan temannya meninggalkan kafe. Sesaat keluar kafe, Vincent salah seorang tamu yang tak dikenalnya. Ia diminta menemui Daniel. Vincent disuruh meminta maaf kepada Daniel atas kejadian tersebut. “Saya tak ada menghina Herta pada saat kejadian. Kog tega kali seorang camat dan istrinya membuat tuduhan palsu kepada saya,” kesalnya.

Menurut Vincent ia telah melaporkan kasus itu ke Polres Siantar. Namun, hingga sekarang pihak Polres Siantar belum juga menindaklanjuti laporan tersebut. Vincent berharap kepada petugas kepolisian agar memproses pengaduannya dengan segera menangkap Daniel yang telah menganiayanya.

“Pastinya kecewa dengan proses kasus laporan saya terdahulu. Secepatnya Daniel ditangkap,” sambung Vincent yang didampingi orang tuanya Amin.

Sementara Kapolres Siantar AKBP Doddy Hermawan melalui Kasubbag Humas Iptu Resbon Gultom saat dikonfirmasi mengatakan, laporan Vincent telah diproses. Bahkan surat perintah penangkapan terhadap Daniel yang dilaporkan telah diterbitkan.

“Sudah keluar surat perintah penangkapan terhadap pelakunya Daniel. Jelasnya laporan korban tetap kita proses karena tak ada manusia kebal hukum,” tegasnya. (adi)

Loading...