Gegara Kulkas Baru Mulut Robek Dihajar Sopir Pengantar

9

PERCUT-M24 | Punya kulkas baru harusnya bikin Ayub (28) senang. Tapi ketika kulkas diantar ke rumahnya di Pasar 10 Gg Gunung Tua Tembung, Kec Percut Seituan, keributan justru terjadi, Jumat (3/8) sore.

Si pengantar kulkas dari ‘Metro Kredit’ Tembung, Edi Suhendra alias Icuk, yang bikin gara-gara. Edi terkesan tak pakai tata krama. Saat kulkas yang diangkut menggunakan mobil pick-up sampai di lokasi, Icuk langsung turun dan masuk ke rumah Lidasari (45), si pemesan kulkas, yang tak lain ibu kandung Ayub.

Di kursi ruang tamu, ternyata Icuk melihat Ayub sedang tertidur. Dia pun langsung membangunkan Ayub. Dengan kalimat kurang enak Icuk menggoyang-goyangkan tubuh pemuda yang masih mendengkur itu.
“Tolong kau bantu angkat, jangan tidur aja kau!” begitu ucapan Icuk saat membangunkan Ayub.

Tentu saja ucapan terkesan kasar itu menyinggung Ayub. Keributan pun terjadi. Ucapan kasar pun terlontar dari mulut Acuk. Situasi kian memanas, Icuk yang merasa tak dihormati karena lebih tua dari Ayub, tersulut emosi. Tinjunya mengepal dengan kunci kontak mobil masih dalam genggaman. Bukk…!!

Pukulan itu cukup telak mengarah ke mulut Ayub. “Dia (Icuk, red) mukul aku, tapi dijarinya terselip kunci kontak pick-up. Makanya sampai robek bibirku begitu dipukulnya,” lirih Ayub memperlihatkan bibir atasnya yang robek seperti orang sumbing, di Mapolsek Percut Seituan, Sabtu (4/8) siang.

Usai memukul korban, Icuk seoalh tanpa bersalah langsung nyelonong pergi meninggalkan rumah Lndasari. Sementara Ayub segera dibawa ke rumah sakit ditemani ibunya.
“Dia nyuruh aku bantu angkat kulkas, padahal itu kan memang tugas dia, bukan kerjaan aku. Udah gitu nyuruhnya kasar pulak,” ketus Ayub.

Usai mengobati luka robek di bibirnya, Ayub yang tak terima atas tindakan brutal pelaku membuat laporan pengaduan ke Polsek Percut Seituan.Terkait pengaduan Ayub, Kapolsek Percut Seituan, Kompol Faidil Zikri, kepada kru metro24, membenarkan.
“Saat ini korban dan saksi-saksi sedang kita mintai keterangan. Kasusnya daloam proses,” tukas Faidil. (irwan)

Loading...