Geger ! Kerangka manusia di bawah pohon aren

11

PADANGSIDIMPUAN-M24 | Salah seorang warga yang ingin mencari ijuk, dikagetkan temuan kerangka manusia di Desa Simirik, Kec Batunadua, Padangsidimpuan. Polisi menduga kalau korban berjenis kelamin laki-laki.

Peristiwa itu pertama kali diketahui Tambunan. Dia berniat mencari ijuk di kebun milik Burhan Siagian. Langkahnya terhenti karena melihat tulang belulang manusia di bawah pohon yang akan dipanjatnya.

Tambunan berlari ke kampung dan memberitau temuannya kepada warga lainnya. Mendengar cerita itu, warga menghubungi kepala desa dan memberitahukan temuan kerangka manusia tersebut.

“Saya tidak menyangka, di bawah pohon aren ada tulang-tulang manusia,” ujar Tambunan kepada pihak kepolisian di lokasi kejadian.

Kapolres Kota Padangsidimpuan AKBP Hilman Wijaya didampingi Kasat Reskrim AKP Abdi Adillah menyebut, dari hasil olah TKP ditemukan botol air mineral yang diikat dengan plastik.

Polisi juga menemukan uang Rp2.000 yang diikat dan baju kaos warna coklat, payung dan plastik warna biru.”Saat ini sedang dilakukan penyelidikan terhadap kasus itu dan kerangka tersebut sudah berada di RSUD Padangsidimpuan,” bilang Hilman.

Sementara Abdi Adillah menimpali, kebun tersebut sudah ditinggalkan oleh Burhan selama 4 bulan. ”Meman di kebun itu ada pohon nira dan ijuk di pohon itu dapat digunakan untuk sapu,” tuturnya.Pihaknya masih menunggu hasil otopsi untuk melakukan penyelidikan.

Perwira yang pernah menjabat Kapolsek Batunadua itu melanjutkan dugaan sementara kerangka manusia itu berjenis kelamin laki-laki. ”Dugaan awalnya laki-laki, karena dia memakai celana dalam laki-laki,” bilangnya.

Informasi lain yang diperoleh dari masyarakat setempat, tidak ada warga di desa itu yang merasa kehilangan anggota keluarga.

”Di sini satu sama lain saling kenal, makanya kerangka mayat itu tidak dari desa ini, karena tidak ada warga yang merasa kehilangan,” tutur salah seorang warga.

Mereka berharap, petugas kepolisian bisa segera mengungkap identitas kerangka manusia tersebut. Sehingga warga tidak merasa waswas. (zia)

Loading...