Gorok Leher Siswi SMP, Akibat Konak Nonton Bokep

25

MEDAN-M24 | Tak sampai 24 jam, Tim Pegasus Polsek Kutalimbaru berhasil meringkus tersangka perkosaan dan penganiayaan berat terhadap siswi Kelas 1 SMP, sebut saja Bunga (16). Ia adalah Rudi Gurusinga (30), warga Desa Bintang Meriah, Dusun III, Kec Pancurbatu, Kab Deliserdang.

Kapolsek Kutalimbaru, AKP Martualesi Sitepu SH MH didampingi Kanit Reskrim, Iptu Amir Sitepu mengatakan, tersangka ditangkap dari persembunyianya di kawasan Olimpia Plaza Jln MT Haryono, Medan, Kamis (2/8) sore. Saat diamankan tersangka tidak melakukan perlawanan.

“Saat melakukan pengejaran di kawasan Tuntungan, kita mendapat informasi jika tersangka berada di seputaran MT Haryono. Tersangka kemudian kita ringkus di depan Olympia Plaza,” jelas Martualesi Sitepu kepada metro 24.

Berdasarkan pengakuan tersangka, aksi nekat itu dilakukan setelah pria beristri ini menonton film porno saat mangkal di Pajak Pancurbatu, Selasa (31/7) sore. Adegan panas di film membuat birahinya meledak.

Bersamaan Bunga baru keluar dari rumahnya warung internet (warnet) dan hendak pulang ke rumah. Pelajar Kelas 1 di salah satu SMP di Pancurbatu ini melihat tersangka. Karena kenal dan tinggal berdekatan, Bunga menumpang becak motor (betor) tersangka.

Bukannya pulang, tersangka malah membawa korban ke perladangan sawit seputaran Jln Suka Dame antara Desa Suka Dame dan Dusun Namo Rindang, Kec Kutalimbaru. Di situ tersangka mengeluarkan pisau yang selalu dibawanya dan memaksa korban turun.

“Memang pekerjaan tersangka ini pagi hingga siang sebagai tukang jagal babi dan sore harinya sebagai penarik becak. Kemudian tersangka membuka celana dalam korban dan kemudian melakukan aksi bejatnya,” beber Martualesi.

Tersangka mengaku sempat melakukan penetrasi ke kemaluan korban. Hanya saja, setelah lima kali menggesek kemaluannya, tersangka klimaks. Tak puas, tersangka kemudian meminta korban melakukan oral seks. Namun korban menolak dan melawan.

“Saat dipaksa oral seks korban ini menolak dan melakukan perlawanan. Tersangka emosi dan menggorok leher korban. Lalu tersangka meninggalkan korban di sekitar lokasi. Untuk mengetahui apakah tersangka memasukkan kemaluannya kita masih menunggu hasil visum,” tambah mantan Kanit Reskrim Polsek Medan Kota ini.

Dari tersangka disita barang bukti betor jenis Honda Revo BK 6233 AAL, sebilah pisau penusuk panjang sekitar 30 cm warna silver yang digunakan saat menggorok leher korban. Atas perbuatanya, tersangka dijerat Pasal 81 Sub 82 UU RI NO.35 Tahun 2014 perubahan atas UU NO.23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Korban sendiri ditemukan saksi bernama Tia ketika melintas di lokasi. Tika pun meminta pertolongan warga kemudian membawa korban ke Puskesmas Pancurbatu. Karena luka cukup parah, korban dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik.

Korban Trauma Lihat Laki-Laki

Setelah menjalani perawatan di RSUP H Adam Malik, kondisi semakin membaik. Namun korban mengalami trauma.

“Masih dalam perawatan, kondisi lumayan semakin membaik kondisinya. Secara psikologis pasien masih dalam keadaan trauma, terutama ketika melihat laki-laki. Pasien tidak mau berbicara dan langsung menutup wajah kalau bertemu dgn laki-laki termasuk dokter laki-laki,” sebut Staf Humas RSUP H Adam Malik, Ocha kepada metro24, Kamis (2/8) siang.

Menurut Ocha, korban telah menjalani operasi yang langsung ditangani dokter spesialis bedah. Selanjutnya korban akan ditangani psikolog untuk menangani trauma yang dialami. “Ia, sudah dilakukan operasi. Luka bekas operasinya bagus, namun pasien masih mendapatkan infus,” pungkas Ocha.

Pantauan metro 24, Kapolsek Kutalimbaru, AKP Martualesi kembali menjenguk korban ke RSUP H Adam Malik. Kesempatan itu dimanfaatkan Martualesi untuk memberi konseling kepada korban. “Saya berpesan agar korban tetap kuat dan semangat. Jangan lupa berdoa dan berserah kepada Tuhan. Kalau sudah sembuh harus kembali bersekolah. Kami (petugas kepolisian) akan mengantar korban ke sekolahnya,” tutur Martualesi. (edi/chan)

Loading...