Gudang gas oplosan digrebek ! Rugikan negara 500 juta setiap bulan

14

Ahmad – Medan | Subdit I/Indag Ditreskrimsus Polda Sumut menggerebek gudang gas oplosan bersubsidi di Jln Williem Iskandar No 127 B, Kel Sidorejo, Kec Medan Tembung. Tak tanggung, kegiatan ini membuat negara mengalami kerugian mencapai 500 juta perbulan.

Kasubbid Penas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan didampingi Kasudit I/Indag Ditreskrimsus, Kompol Roman mengatakan, penggerebakan berawal menindaklanjuti keresahan masyarakat. Dalam penggerebekan yang dilakukan Ditreskrimsus/Indag, kata dia, petugas berhasil mengamankan pemilik gudang atas nama, Benget Silalahi (BS).

“Selain tersangka, kita juga mengamankan ratusan tabung gas LPG ukuran 12 kilo dan 3 kilo dari dalam gudang, serta alat-alat untuk mengoplos gas,” katanya.

Modusya sendiri, lanjut Nainggolan, tersangka memindahkan gas tabung 3 Kg bersubsidi ke tabung berisi 12 Kg dengan menggunakan kompor gas, besi bulat berukuran +5 cm sebagai alat pemindah isi gas, obeng, panci, ember, alat timbang dan segel. Pemindahan tersebut dilakukan 2 karyawan, Marlin Pangaribuan (MP) dan M Tahir Pasaribu (MTP) alias Ucok. Terlebih dahulu keduanya memasak air panas menggunakan kompor gas kemudian memasukan ke dalam ember. Selanjutnya tabung 3 kg dimasukan kedalam ember tadi selama +15 menit. Kemudian besi bulat ukuran 5 cm tersebut diletakan pada bagian kepala tabung gas 3 kg dan 12 kg di bagian bawah.

“Setelah tabung 12 kg berisi kemudian ditimbang dan diberi segel plastik selanjutnya dijual kembali kepada masyarakat (konsumen) dengan harga Rp105 ribu s/d Rp110 ribu pertabung 12 kg,” jelasnya.

Kasubdit I/Indaq Ditreakrimsus Polda Sumut, Kompol Roman menambahkan, praktik pengoplosan itu sudah berlangsung sejak beberapa tahun terakhir. “Omset tersangka sangat menggiurkan, mencapai 100 juta lebih perminggu. Bisa dibilang, negara mengalami kerugian mencapai 500 juta perbulan,” tambahnya.

Pihaknya akan mendalami kasus ini dengan melakukan pemeriksaan ahli dari pihak PT Pertamina, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) dan Dinas Perdagangan.

Loading...