Habis Bunuh Bayi, Watea Kabur

165

M24.CO|MEDAN
Terdakwa Sardian Junius F Watea (25), tega menghabisi Gabriel Wate. Habis membunuh bayi berusia enam hari itu, dia lalukabur. Terdakwa membunuh bayi laki-laki itu dengan cara membekapnya.

Dalam hitungan menit, bayi dari hasil hubungan gelapnya dengan Monica Sari Silaban meninggal dunia. Hal itu terungkap dalam sidang di ruang Cakra IV Pengadilan Negeri Medan, Selasa (11/10/2016).

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Artha menyatakan peristiwa itu terjadi pada Selasa 23 Februari 2016, sekira pukul 22.00 WIB, di rumah kost yang ditinggali pasangan itu di Jalan Karya Bhakti Medan Tembung kota Medan.

Malam itu, Gabriel Wate tengah tidur di atas kasur dalam keadaan sehat. Terdakwa lantas menyuruh Monica membeli es batu ke warung. Setelah itu, Monica pulang membawa pesanan terdakwa. Namun terdakwa meminta Monica membelikan jajanan. Monica sempat menolak dan berkata bolak-balik kau suruh aku, aku baru saja melahirkan, lagian sudah malam ini.

Namun terdakwa marah dan melemparkan gelas ke arah pintu kamar kost. Karena takut Monica kembali lagi pergi ke warung untuk membeli jajanan dan meninggalkan terdakwa bersama dengan Gabriel. Tidak berapa lama Monica kembali dari warung dan mendorong pintu kamar kost.

Alangkah terkejutnya Monica melihat terdakwa sedang mencekik leher korban. Namun melihat kedatangan Monica terdakwa berpura-pura mengelus kepala korban. Pada saat itu Monica melihat Gabriel sudah megap-megap sesak nafas dan ada luka gores di kening dan hidung korban. Monica lantas membuatkan susu untuk Gabriel dan meminumkannya ke Gabriel.

Ternyata susu yang diminum korban tidak dapat ditelan dan keluar dari hidung dan mulut korban. Pada saat itu tubuh korban sudah dingin. Lalu Monica meminta terdakwa mengantarkannya ke Klinik Shally. Akan tetapi kondisi korban sudah pucat dan membiru. Korban lantas dirujuk ke RSUD dr Pirngadi Medan sekira pukul 00.00 WIB.

Namun korban tak sempat mendapat pertolongan karena sudah meninggal saat dalam perjalanan. Dari hasil pemeriksaan dokter, korban tewas karena penganiayaan. Sejak kejadian itu, Sardian melarikan diri. Polisi berhasil menangkap pelaku pada 1 Agustus 2016.

Atas Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 80 ayat (3) Jo Pasal 76 C UU RI no 35 tahun 2014 tentang Perubahan atas UU RI no 23 tahun 2002, tentang Perlindungan Anak.

Usai pembacaan dakwaan majelis hakim yang diketuai Didit Setyo memberikan kesempatan kepada terdakwa untuk mengajukan eksepsi pada pekan depan. (van)

Loading...