Habis Dugem di New Zone, Komplotan Ini Jarah Alfamart

18

MEDAN-M24  | nam pelaku pencurian diringkus personel Brimob Polda Sumut saat beraksi di swalayan Alfamart Jln SM Raja KM 11 Medan.

Mereka masing-masing, Ahmad Rudyanto Marpaung, Reza Mufarady, David Prabudi Siahaan alias Budi, Muhamad Fachrulrozi alias fahrul, Juanda Lesmana dan Muhamad Dalimunte.

Kasundit III/Jahtanras Ditreskrimum Polda Sumut, AKBP Maringan Simanjuntak menuturkan, penangkapan para tersangka berdasarkan dua laporan berbeda atas kasus pencurian dan pemberatan (curat).

Yaitu swalayan Alfamart SM Raja Km. 11, Medan dengan nomor LP/1140/VIII/2018, SPKT, 30 Agustus 2018 dan swalayan Alfamart di Dusun IV, Desa Delitua, Namormbe nomor: LP/46/VII/2018/DS/Polsek Namorambe, 30 Juli 2018.

Peristiwa itu, lanjut perwira berpangkat dua melati emas di pundak itu, pertama kali diungkap seorang personel oknum Brimob Polda Sumut yang melintas di Jln SM Raja, Medan. Dimana ketika itu para pelaku datang ke tempat kejadian perkara (TKP) dengan menumpangi mobil Suzuki Ertiga BK 1433 UG. Para pelaku lalu masuk ke dalam swalayan setelah menjebol gembok.

Selanjutnya para pelaku menjarah seluruh barang-barang berharga dari dalam toko. Naas, saat hendak memasukan barang curian ke dalam mobil, aksinya dipergoki personel Brimob. Para pelaku langsung diamankan dan diserahkan ke Polda Sumut.

“Ada empat tersangka diserahkan lengkap dengan barang bukti alat-alat untuk merusak gembok seperti tang, obeng, linggis dan lain-lain termasuk mobil yang mereka bawa. Dua orang lainnya, Juanda Lesmana dan Muhamad Dalimunte kita amankan setelah kita lakukan pengembangan,” jelas Maringan Simanjuntak.

Hasil pemeriksaan, lanjutnya, sebelum menjalankan aksinya para Dalam pemeriksaan terungkap pula jika para tersangka terlebih dahulu dugem di Diskotek New Zone, Jln KL Sugiono/Jln Wajir, Kel Aur, Kec Medan Maimoon.

Hal itu seolah menguatkan jika tempat hiburan malam tersebut menjadi sarang peredaran narkoba. Sebab rasa percaya diri dan nekat merupakan efek yang didapat setelah mengonsumsi narkoba itu sendiri.

“Setelah dugem, mereka mengatar teman wanita mereka ke Bandara Kualanamu Internasional Airport (KNIA). Begitu pulang dan melintas di TKP mereka pun merencanakan aksi pencurian tersebut,” bebernya.

Dalam hal ini, pemilik swalayan mengalami kerugian mencapai Rp100 juta dengan rincian Rp50 juta pertoko. Tersangka dijerat dengan Pasal 363 KUHpidana dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara. (ahmad)

Loading...