Hakim Vonis Orang Gila 2 Tahun Penjara

48

RIVAN-MEDAN | Budi alias Akheng, terdakwa kasus penjualan kulit harimau dan organ satwa yang dilindungi lainnya yang sempat dinyatakan gila ini,  dihukum 2 tahun penjara. Terdakwa juga dihukum membayar denda sebesar Rp 50 juta subsider 3 bulan kurungan.

Majelis hakim yang diketuai Jhony Simanjuntak dalam persidangan
Memutuskan terdakwa terbukti bersalah karena melakukan perbuatan yang melawan hukum secara bersama-sama.

“Mengadili menyatakan terdakwa bersalah melakukan tindak pidana secara bersama-sama melawan hukum memperniagakan bagian-bagian lain satwa yang dilindungi didalam wilayah hukum Indonesia,” ujar Ketua majelis hakim Jhony Simanjuntak dihadapan terdakwa dan jaksa penuntut umum di Ruang Cakra VI, Gedung Pengadilan Negeri Medan, Jumat, (24/3/2017)

Salah satu pertimbangan hakim memberikan putusan ini, karena perbuatan terdakwa dapat menganggu kelangsungan keseimbangan ekosistem.”Perbuatan terdakwa juga meresahkan masyarakat umumnya, terutama pecinta lingkungan hidup,” kata Hakim Jhony.

Putusan ini lebih rendah dari tuntutan Jpu Debora Sabarita, sebelumnya dia meminta agar terdakwa dihukum 3,5 tahun penjara. Menyikapi putusan ini, Jaksa Debora langsung menyatakan banding. “Kami Banding yang Mulia,”ujarnya.

Sedangkan terdakwa melalui kuasa hukumnya masih menyatakan pikir-pikir. Diketahui sebelumnya, terdakwa sempat dibantarkan ke Rumah Sakit Jiwa lantaran dinyatakan tidak layak mengikuti persidangan karena mengalami gangguan kejiwaan. Namun setelah mendapat perawatan selama seminggu di RSJ Mahoni, pihak rumah sakit juga menyatakan kondisi terdakwa layak mengikuti persidangan.

Budi alias Akheng (35) mulai menjalani persidangan di PN Medan, Selasa (10/1) lalu. Budi bersama dua rekannya, Edy Murdani alias Edi dan Sunandar alias Asai, didakwa telah memperjualbelikan kulit harimau, alat kelamin rusa, sisik trenggiling dan bagian-bagian tubuh hewan yang dilindungi lainnya.

Untuk kedua rekan Budi alias Akheng sudah terlebih dahulu divonis dengan hukuman masing-masing satu tahun enam bulan penjara serta denda Rp 10 juta subsider satu bulan kurungan.

Penangkapan tersebut dilakukan pada Kamis (13/10) lalu. Dimana pihak kepolisian dari Polda Sumut mendapat informasi bahwa terdakwa tengah menjual kulit harimau. Petugas yang menyamar lalu mencoba menghubungi terdakwa dan berpura-pura hendak membeli kulit harimau tersebut.

Terdakwa lalu mengabari Sunandar dan Edi agar menyediakan kulit harimau yang akan dibeli dengan harga tinggi pada Jumat (14/10) lalu. Ketiganya sepakat untuk melakukan transaksi di Hotel Madani, Jalan Sisingamangaraja, Medan. Di Kamar 415 lantai empat hotel tersebut, hingga akhirnya ketiganya diringkus oleh petugas.

Dari ketiga pelakunya, petugas mengamankan barang bukti berupa sebuah mobil Avanza BK 1044 QO milik Edi dan tiga kilogram sisik trenggiling

Loading...