Halangi pembangunan tower PLN, preman kampung dibekuk

Ahmad – Medan | Komitmen polisi memberantas premanisme di berbagai daerah terus dilakukan. Tujuannya, untuk membuat masyarakat merasa aman dan nyaman dalam melakukan kegiatan dan aktifitas sehari-hari.

Hal ini dibuktikan Petugas Kepolisian Resort (Polres) Nias Selatan yang membekuk seorang “preman kampung” yang kerap meresahkan masyarakat di Kab Nias Selatan. Tersangkanya, Pelurusan Zamili alias Ama Yurika alias Syukur (35) dibekuk petugas Reskrim Polres Nias Selatan di Desa Hiliasi, Kec Toma, Nias Selatan, Kamis (29/03) kemarin.

Kapolres Nias Selatan, AKBP Faisal F Napitupulu SIK MH kepada wartawan menjelaskan, tersangka sebelumnya sangat ditakuti masyarakat.

Loading...

Syukur dilaporkan Perasaan Zebua alias Ama Tasya ke Mapolres Nias Selatan, Selasa (27/03) kemarin dalam kasus tindak pidana penganiayaan. Saat itu korban mendapat telepon dari pekerja Tower PLN yang memberitahu bahwa tersangka P-Z bersama adik nya U-Z (status DPO) datang ke lokasi pembangunan Tower PLN di Desa Hilimagari, Kec Toma, Kab Nias Selatan.

Tersangka P-Z bersama adik nya U-Z datang membawa parang dan mengancam para pekerja untuk tidak melanjutkan pembangunan Tower PLN di Desa tersebut.

Korban yang bekerja sebagai pengawas pembangunan tower milik PT PLN tersebut datang ke lokasi untuk menanyakan perihal perbuatan pelaku. Tersangka U-Z (DPO) memberitahu bahwa pihak PLN masih mempunyai hutang kepada abang nya P-Z dan harus dilunaskan terlebih dahulu jika ingin melanjutkan pembangunan tower. Tidak ingin memperkeruh suasana, korban bersama para pekerja yang ketakutan meninggalkan lokasi dan hendak menuju ke Teluk Dalam.

Namun di tengah perjalanan, mobil truk milik PT. PLN di hadang oleh kedua tersangka tepat di depan rumah mereka. Korban yang mencoba melakukan mediasi malah dipukul dibagian kepala oleh kedua tersangka dan didorong hingga jatuh dari sepeda motor nya.

Merasa tak sanggup melawan, Perasaan Zebua bersama para pekerja lari menyelamatkan diri dan meninggalkan mobil truk milik PT. PLN yang akhirnya di sandera oleh kedua pelaku. Korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Nias Selatan.

Petugas Kepolisian yang menerima laporan, langsung melakukan penyelidikan ke lokasi kejadian dan berhasil membawa mobil truk milik PT. PLN yang sebelumnya di sandera oleh kedua pelaku yang telah melarikan diri.

Polisi akhirnya menangkap tersangka Syukur, Kamis (29/03) tidak jauh dari rumah nya.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatan nya, tersangka akan dijerat dengan Pasal 170 Ayat (1) Subsider Pasal 351 Ayat (1) Junto Pasal 55 Ayat (1) Ke (1e) Subsider Pasal 335 Ayat (1) Kitab Undang Undang Hukum Pidana, dengan ancaman hukuman penjara 5 tahun. Polisi kini masih melakukan pencarian terhadap tersangka U-Z yang status nya kini buronan polisi (DPO).

Loading...