Hipnotis dan bongkar kios, pasutri Aceh Tenggara ditangkap

18

DELITUA-M24 |Pasangan suami istri (pasutri), Kijang (37) dan N beru Karo (36), warga Kampung Baru, Kec Lawe Sumur, Kab Aceh Tenggara nyaris tewas dihajar warga. Pulaksanya, mereka tertangkap tangan membongkar dan menguras isi kios di Jln Sakura Raya Pajak Melati, Kec Medan Tungungan.

Informasi dihimpun di Polsek Delitua, pembongkaran kios terjadi Jumat (8/6) sekitar pukul 22:30 WIB. Ketika itu warga manaruh curiga kepada keduanya yang terlihat mondar-mandir di sekitar lokasi. Selanjutnya mereka membongkar kios milik M Bru Sembiring (45), warga Jln Flamboyan V Komplek Polri, Kel Tanjungslamat, Kec Medan Tuntungan.

Tanpa disadari, sejumlah warga mengendap mendekati lokasi kios. Begitu melihat pelaku mengumpuli barang yang hendak digondol, mereka digrebek warga. Tak pelak, keduanya jadi bulan-bulanan warga yang marah.

Selanjutnya warga menghubungi pemilik kios. Begitu tiba, korban bergegas masuk ke kios dan melihat tas ransel hitam berisi uang Rp740 ribu sudah raib. “Tas saya sudah tidak kelihatan. Salah satu pelaku sudah diikat warga pakai tali dan isi kios saya seperti kapal pecah, diobrak-abrik pelaku,” ucap beru Sembiring yang turut mengantar saksi ke Polsek Delitua.

Tak lama berselang, petugas kepolisian tiba dan mengamankan pelaku ke Mapolsek Delitua. Kepada petugas, pelaku mengaku nekat mencuri untuk uang lebaran. Ternyata keduanya juga mencuri di Jln Ekarasmi, Kel Gedung Johor, Kec Medan Johor.

“Kedua pelaku sudah dua minggu beraksi di Medan. Pertama, di daerah Johor. Saat itu yang menjadi korbanya Supianti (53), warga Jln Sukaria, Kel Sukamaju Kec Medan Johor,” jelas Kapolsek Delitua, Kompol BL Malau kepada M24, Minggu (10/6).

Tepatnya, Selasa (5/6) sekitar pukul 14:00 WIB, kedua pelaku mendatangi korban ke tempat usahanya menjahit pakaian di Jln Ekarasmi, Kec Medan Johor dengan mengendarai kreta matic warna hitam. Di situ, istri pelaku meminta dijahitkan pakaian yang langsung disanggupi korban.

Saat badannya diukur, pelaku mengatakan jika korban kena santet. Mendengar ucapan pelaku, korban terkejut dan memohon agar diobati. Pelaku lalu menyuruh korban mengambil segenggam tanah di belakang tempat usahanya. Saat itulah pelaku menguras, tas sandang hitam, tas ransel hitam berisikan gelang emas 4 gram, uang Rp7 juta, 2 dompet berisikan SIM, KTP, STNK, HP Nokia dan 4 ATM.

“Kedua pelaku sudah mengakui perbuatanya dan korban juga telah membuat laporan resmi. Sedang kita lakukan pengembangan. Kita imbau masyarakat agar berhati-hati meninggalkan tempat usaha dan jangan mudah percaya dengan orang tak dikenal,” pesan BL Malau. (mehuli)

Loading...