Ibu antarkan sabu buat anaknya di Lapas Binjai

96

Sopian-Binjai | Endang Susanti (45) harus berurusan dengan hukum. Pulaknya, warga Jln Jati, Kel. Jati Negara, Binjai Utara ini, kedapatan hendak menyelundupkan sabu-sabu seberat 9,59 gram ke dalam Lapas Klas II A Binjai saat menjenguk anaknya, Senin (25/9). Bagaimana modusnya, berikut kisahnya.

Petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II A Binjai menggagalkan penyelundupan sabu seberat 9,59 gram. Sabu itu berusaha diselundupkan Endang Susanti (45) dengan modus disimpan dalam pasta gigi.

Terungkapnya upaya penyelundupan ini bermula dari Endang yang hendak menjenguk buah hatinya, Ronny (25), yang menginap di Lapas Klas II A Binjai karena tersangkut dua perkara kasus pencurian. Saat hendak masuk ke dalam Lapas, seperti biasa petugas melakukan pemeriksaan.

Barang-barang Endang semua digeledah. Namun petugas menaruh curiga terhadap pasta gigi yang dibawanya. Kecurigaan petugas berujung pemeriksaan yang hasilnya didapati potongan sedotan warna putih yang terbungkus rapi.

Kemudian petugas membongkar isi yang ada di balik sedotan tersebut. “Kita curiga terhadap odol (pasta gigi) yang agak keras. Begitu dibuka ada pipet. Begitu dibuka lagi rupanya ada sabu di dalamnya,” beber Kalapas Klas II A Binjai, Jahari Sitepu.

Sementara Endang tak menyangka jika pasta gigi itu berisi sabu. Endang bilang, pasta gigi diberikan seorang pria mengaku dengan Ronny. Pria yang mengaku bermukim di Jln Medan-Binjai Km 12 itu, meminta tolong agar pasta gigi itu dititipkan kepada Ronny.

Mulanya, sang ibu merasa curiga. Sebab, kata Endang, dia sudah membawakan pasta gigi saat menjenguk pada pekan lalu. “Ini titipan (pasta gigi). Anaknya abang saya yang menerima, bukan saya. Ngakunya kawan untuk diberikan kepada Ronny,” ujar wanita yang mengaku berjualan mie sop ini.

Wanita berbaju putih itu tampak menangis dengan adanya temuan sabu di balik pasta gigi yang dibawanya. “Saya enggak tahu barang beginian, baru tahu ini. Untuk apa saya berbohong,” ujar ibu 5 anak itu.

Tak lama keluarga Endang pun berdatangan ke Lapas. Sang kakak menangis sejadi-jadinya melihat tingkah adiknya tersebut. “Kenapa kau tega membuat mamakmu begini Ronny. Apa enggak kasihan kau sama mamakmu. Kenapa kau bisa kek gini,” ujar sang kakak. “Kau kasih tahu sama aku siapa temanmu itu. Di mana alamatnya biar kudatangi dia,” teriaknya lagi. Suasana heboh itu lantas membuat sipir dan polisi yang ada di Lapas Klas II A Binjai meredamnya. Sang kakak diminta untuk tenang atau keluar dari ruangan tersebut.

Sementara, Ronny anak dari Endang menyatakan tidak akan mungkin tega menjebak ibu kandungnya sendiri. Kata dia, orang yang menyerahkan pasta gigi itu adalah titipan teman sekamarnya di Blok H, Zulham, warga Serdang Bedagai yang tersangkut perkara narkotika.

“Itu (pasta gigi) titipan bukan punyaku. Namanya teman sekamar, cerita-cerita sama yang lainnya. Ditanya kapan keluarga datang, kalau datang ya mau titip,” aku Ronny yang sudah menjalani hukuman 8 bulan ini terkait kasus pencurian ini.

Pengungkapan sabu yang dilakukan petugas Lapas Klas II A Binjai, mendapat apresiasi dari Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumut, Liberty Sitinjak. Bahkan, Liberty langsung menyambangi Kota Rambutan. “Saya apresiasi Kalapas dan jajarannya yang telah bekerja profesional. Intelijennya bekerja semua,” kata Liberty.

“Ini sudah darurat narkoba. Modus memang dilakukan bermacam-macam. Saya pecat jika memang ada oknum di dalam Lapas itu sendiri yang terlibat. Tidak ada ampun lagi gitu-gitu. 45 oknum yang positif saja akan saya pecat. Sekarang positif saja langsung disikat,” pungkasnya.

Loading...