Ibu dan Anak Disiksa Ketua OKP

47

Basir dan Ariel, serta Silvy Rutmaya bersama kuasa hukum di Polsek Medan Area

Niat menolong malah berbuah petaka. Selvi Rukmana br Nainggolan dipukuli, diikat dan nyaris ditelanjangi.  Sementara putri tunggalnya, Siliyana br Manurung dipukuli hingga bibirnya pecah-pecah.

MEDAN-M24 | Selvi Rukmana br Nainggolan (52) dan Siliyana br Manurung (20), ibu dan anak yang tinggal di Jln Jermal Rahmat Indah, Desa Medan Estate, Kec Percut Sei Tuan mendatangi Polrestabes Medan, Kamis (13/9). Didampingi kuasa hukum dari Lembaha Bantuan Hukum (LBH) Kota Medan, mereka melaporkan penganiayaan yang dilakukan ketua salah satu organisasi kemasyarakat dan pemuda (OKP) berinisial MP dan pengusaha kafe bernama Diki.

Seperti dituturkan Selvi Rukmana kepada metro24, penganiayaan berawal dirinya didatangi sepasang remaja yang juga tetangganya, sebut saja Boy (18) dan Andi (13). Keduanya menawari sepasang sepatu merk Reebok.

“Anak-anak itu datang ke warung tuak saya, mereka bilang belum makan dan mau menjual sepatu seharga Rp15 ribu. Karena kasihan aku lihat orang itu belum makan, makanya kubelilah sepatu itu untuk kupakai. Itupun masih kusimpan di dalam rumah,” ucap ibu anak satu ini.

Selvi tak menyadari jika sepatu yang ditawarkan kepadanya adalah hasil curian Boy dan Andi dari teras salah satu rumah di Komplek Perumahan Industri Kecil (PIK) Jln Menteng VII, Kel Menteng, Kec Medan Denai. Belakangan, pemilik sepatu sadar telah jadi korban pencurian dan melakukan pencarian.

Ternyata aksi keduanya diketahui warga. Saat mencari di seputaran Jln Panglima Denai, Rabu (12/9) sekitar pukul 02:00 WIB, warga melihat Boy dan Andi keluar dari Jln Keramat Indah. Keduanya langsung ditangkap dan digiring ke sebuah kafe di Jln Jermal XV, Desa Medan Estate, Kec Percut Sei Tuan.

Di situ, Boy dan Andi dianiaya dan dipaksa menyebut kemana sepatu yang dicuri itu dijual. “Kami diikat ditiang listrik. Mataku dipukul hingga bengkak dan membiru, rambut dicolak,” bilang Boy yang juga melaporkan perbuatan MP cs ke Polrestabes Medan.

Setelah puas menyiksa, MP cs yang diketahui sebagai salah satu Ketua OKP di kawasan itu membawa Boy dan Andike rumah si pembeli sepatu yang tak lain adalah Selvi Rutmaya. Tanpa basa-basi, MP dan pengusaha kafe bernama Diki menyeret Selvi serta kedua bocah ke kafe milik Diki.

“Dari rumah saya dibawa ke Kafe Diki awalnya. Di situ saya dipukul dua kali sama si MP . Gak lama kemudian, saya dibawa ke kafenya si MP dan dipukuli lagi saya di situ sampai wajah, bibir sama kepala saya bengkak,” beber Selvi. Tidak hanya itu, MP dan pemilik kafe, Diki juga mengikat dirinya di pohon sembari menggantungkan sepatu yang dibelinya dari kedua bocah tersebut.

Tak lama, putri tunggal Selvi, Siliyana datang dan menanyakan MP kenapa ibunya diikat. Bukannya jawaban, MP malah mumukuli Siliyana. Akibatnya bibir Siliyana pecah, bengkak dan berdarah. Tak puas, MP juga menyuruh anggotanya menghancurkan warung tuak milik Selvi.

“Coba saja lihat pakterku, habis dirusak sama masyakarat anak buah si MP itu. Cuma dari situ aku cari makan dan uang kuliah boruku (anak perempuan dalam bahasa Batak, red) itu,” ungkapnya.

Puas menganiaya, lanjut Selvi, MP menghubungi petugas kepolisian dan memboyong Selvi, Boy dan Andi ke Polsek Medan Area untuk diperiksa. Namun korban pencurian yang belum diketahui nananya tidak keberatan dan tidak membuat laporan pengaduan. Akhirnya ketiganya dipulangkan.

Sementara itu, kuasa hukum Selvi, Siliyana, Boy dan Andi dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan, Armada Sihite mengatakan, saat ini pihaknya tengah membuat surat kuasa untuk mendampingi para korban untuk membuat laporan ke Polrestabes Medan atas penganiayaan yang dilakukan pengusaha kafe dan ketua OKP tersebut.

Armada menegaskan, LBH Kota Medan siap mendampingi dan memberi perlindungan kepada kliennya dalam mengawal kasus tersebut. Untuk itu, Armada akan membuatkan surat perlindungan saksi dan menyurati beberapa lembaga terkait kasus tersebut.

“Pastinya kita siap mengawal kasus ini. Kita akan surati LPSK, Komnas HAM, Lembaga Perlindungan Perempuan dan Anak serta kita akan menyurati pemerintah,” tandasnya. (baca: DPRDSU: Polisi Jangan Diam, Tangkap Semua Pelaku yang Terlibat)

“Perbuatan main hakim yang dilakukan MP cs terhadap klien saya tidak dapat ditolerir. Seharusnya mereka bukan main pukul. Setidaknya mereka serahkan klien saya kepada pihak berwajib,” pungkas Armada saat menjemput kliennya di Polsek Medan Area, Kamis (13/9).

Kasatreskrim Polrestabes Medan, AKBP Putu Yuda Prawira yang dikonfirmasi membenarkan adanya laporan korban. Kasus itu sedang diproses. “Baru buat LP (laporan polisi) semalam, ini masih kita periksa korban saksi-saksinya,” ucap Putu Yuda singkat.

Penganiayaan yang dilakukan Ketua OKP ini pun menjadi atensi Polda Sumut. Kasubdit III/Jahtanras Ditreskrimum Polda Sumut, AKBP Maringan Simanjuntak berjanji pihaknya akan mengawal perjalanan kasus tersebut agar berjalan sesuai dengan hukum. (baca: Sempat Viral di Medsos)

“Saya juga sudah berkomunikasi dengan anak korban, Siliyana boru Manurung melalui sosial media facebook. Katanya, kasus tersebut telah dilaporkan ke Polrestabes Medan. Jadi kita percayakan kepada Polrestabes Medan, pasti promoter (profesional, modern dan terpercaya),” tandasnya. (ahmad/wandi/ardi)

Loading...