Ikut Terlibat Pencurian Kreta, Oknum Polisi Polrestabes Medan Diadili

Ketiga terdakwa di persidangan

PN MEDAN-M24 | Okto Leandro Samosir (32) oknum polisi yang bertugas sebagai Provost di Polrestabes Medan hanya bisa tertunduk tak berani menatap hakim. Pasalnya ia bersama dua rekannya warga sipil yakni Samuel dan Rio Silitonga diadili sebagai terdakwa dalam kasus pencurian kreta.

Sidang yang berlangsung di ruang Cakra 9, Pengadilan Negeri (PN) Medan, kemarin sore itu terlihat Aimafni Arli seorang hakim anggota marah dan mengatakan terdakwa Okto telah membuat malu institusi Polri dan keluarganya.

“Kamu seharusnya sebagai orang yang dibanggakan institusi Polri dan keluargamu, tidak seharusnya kelakuanmu seperti ini. Apalagi kamu bertugas sebagai Provost Polri. Bikin malu saja,” sental Hakim Aimafni.

Loading...

Hakim juga menduga bahwa terdakwa Okto yang sudah 12 tahun bertugas sebagai anggota Polri ini dalang dibalik maraknya pencurian kreta yang ada di Kota Medan.

Menurut Aimafni seharusnya terdakwa Okto sebagai penegak hukum ditugasi untuk menciptakan keamanan, bukan justru ikut serta membantu pencuri yang membuat masyarakat resah.

“Kamu harusnya polisi jadi penegak hukum ditugasi untuk menciptakan keamanan menangkap maling-maling kreta itu, bukan ikut jadi komplotan maling. Jangan-jangan kamu juga yang membackingi maling-maling kreta yang lainnya ya?,” tanya Hakim Aimafni.

Mendengar itu, terdakwa Okto yang duduk di tengah dua terdakwa lainnya hanya bisa terdiam. Raut wajah dan matanya memerah seakan mau menangis menyesali perbuatannya.

Diketahui dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Riki Pasaribu dari Kejari Medan, ketiga terdakwa terbukti bersalah melakukan pencurian pada 28 Mei 2018 lalu. Adapun peran ketiga terdakwa yakni Samuel bertugas membawa kreta Yamaha Mio yang telah dirusak oleh Roy (buron) dari sebuah kos-kosan di Jln Aman, Teladan Barat, Kec Medan Kota.

Kemudian, kreta diantarkan Samuel dan Roy kepada Okto dengan tujuan untuk mengaburkan kreta agar tidak dikenali lagi saat akan digadaikan ke Jln Bromo, Medan.

Naas, Okto yang saat itu membawa kreta tersebut untuk digadaikan dijegat oleh pemilik kreta yakni Ahmad Nurdin dan teman-temannya. Okto pun diseret pemilik kreta ke Polrestabes Medan. Dalam penyelidikan, polisi juga berhasil mengamankan Rio dan Samuel, meski pelaku lainnya yakni Roy berhasil kabur. (ansah)

Loading...