Istri nolak, karyawan PTPN III perkosa adik ipar

539
Tersangka (tengah) saat di Mapolres Tebing Tinggi (M24)

Agus-Tebing| Berdalih istri tidak mau melayani bersetubuh karena capek, seorang kayawan kebun milik BUMN malah nekat memperkosa adik iparnya sendiri saat korban sedang tertidur.

Perbuatan bejat itu dilakukan Syaputra (24) , karwayan PTPN III warga Dusun III Desa Pertapaan, Kec Tebingtinggi, Kab Serdang Bedagai (Sergai).

Akibat perbuatannya, Syaputra pun harus tidur dikeloni nyamuk-nyamuk penjara Mapolres Tebingtinggi, sejak Senin (18/9/2017) lalu.

Syaputra diringkus berkat laporan korban Bunga (20) ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) P)olres Tebingtinggi . Bunga yang tinggal bersama orangtuanya di Dusun III Desa Pertapaan, Kec Tebingtinggi, Sergai, mengaku diperkosa pada Senin (12/9/2017). Saat itu Syaputra bersama istrinya (kakak korban) datang ke rumah yang masih sama-sama tinggal di Dusun III Desa Pertapaan.

Saat itu, Syaputra dan istrinya diminta menemani Bunga yang tidur seorang diri di rumah, karena orangtua korban akan pergi ke Pematangsiantar dan menginap di sana. Syaputra dan istrinya tidur di kamar orangtua, sedangkan Bunga tidur di kamarnya sendiri.

Sekira pukul 02.30, Syaputra terbangun dan minta dilayani kepada sang istri. Namun ditolak. Rupanya penolakan itu membuat Syaputra uring-uringan hingga ia kemudian nekat menyelinap ke kamar Bunga dan mematikan lampu.

Karena tiba-tiba gelap, Bunga tersentak karena ia memang terbiasa tidur dalam keadaan lampu hidup. Saat itulah Bunga kaget melihat sosok laki-laki sudah ada di sampingnya.

Syaputra yang dipergoki seketika membumkam mulut korban sembari mengancam akan menyakiti Bunga. Ancaman itu membuat korban pasrah saat disetubuhi abang iparnya.
Puas melampiaskan nafsunya, pelaku kembali pergi ke kamar tidur bersama sang istri yang masih tertidur pulas.

Tak terima atas perbuatan abang iparnya, esoknya Bunga memberanikan diri melapor ke Polres Tebingtinggi. Oleh petugas, korban diarahkan ke Rumah Sakit Bhayangkara Tebingtinggi untuk dilakukan visum et revertum (VER).Usai visum llaporan diteruskan ke Sat Reskrim hingga pada Senin siangnya tersangka diamankan.

Dalam pemeriksaan, Syaputra mengakui akan perbuatannya. Dia mengaku, malam itu libidonya sedang tinggi dan tidak terkontrol. Apalagi istrinya menolak saat diajak hubungan badan dengan alasan sedang capek.

“Cemanalah pak, malam itu istri saya nggak mau saya ajak, katanya lagi capek, sementara saya lagi pengen,” kilah Syaputra.

Kapolres Tebingtinggi, AKBP Ceceu Cahyati D SH MH melalui Kasubag Humas, AKP MT Sagala dalam paparannya di ruangan Media Centre pada Sabtu (23/9) siang membenarkan penangkapan terhadap tersangka.

“Atas perbuatannya, tersangka Syaputra dijerat melanggar pasal 285 KUHPidana.” tutupnya.

Loading...