Jadi DPO Kasus Penipuan, Mujianto Kabur ke Tiga Negara

MEDAN-M24 | Sebelum tertangkap aparat kepolisian Cengkareng, DPO Polda Sumut kasus penipuan penggelapan, Mujianto, ternyata sempat bersembunyi di tiga negara besar Asean.

“Sebelum tertangkap, tersangka diketahui sempat mengunjungi Malaysia, Singapura dan Thailand,” ucap Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Sumut, Kombes Pol Andi Rian dalam paparan tersangka di depan gedung Ditreskrimum Polda Sumut, Rabu (25/7).

Andi Rian memaparkan, pada tanggal 7 April 2018, Mujianto kabur dari Jakarta ke Medan. Lalu ke Banda Aceh untuk berangkat ke Kuala Lumpur sebelum akhirnya ke Singapura. Selanjutnya pada 19 April 2018 ia diketahui mengunjungi Bangkok dan Chiang Mai di Thailand.

Loading...

Selanjutnya, pada 14 Juni 2018, Mujianto kembali masuk ke Singapura. Sedangkan tanggal 28 Juni 2018 ia kembali ke Jakarta, hingga akhirnya pada 23 Juli 2018 dicekal oleh Imigrasi Bandara Soekarno Hatta saat akan terbang menuju Singapura. “Tersangka kembali ke Indonesia karena visa. Namun saat kembali, ia tidak ada ke Medan,” jelasnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, jelas Andi Rian, Mujianto dan barang bukti akan diserahkan ke Kejati Sumut, Kamis (26/7) pukul 09.00 WIB. Mujianto diancam dengan hukuman maksimal empat tahun penjara.

Tebar Pesona di Depan Wartawan
Tersangka penipuan penggelapan, Mujianto yang mengenakan baju tahanan warna merah kerap tersenyum selama paparan berlangsung. Pengusaha Properti ini seperti tidak merasa bersalah terkait kasus yang kini menjeratnya.

Mujianto juga sempat berkomentar terkait alasan dirinya melarikan diri ke luar Indonesia. “Karena tidak hadir,” kata Mujianto yang juga Ketua Buda Tsu Chi. Namun, Dirkrimum Polda Sumut, Kombes Pol Andi Rian menegur tersangka. “Saya tidak menyuruh Anda berbicara. Tersangka tidak boleh bicara,” ujar Andi Rian sambil menunjuk ke arah Mujianto.

Mendengar itu, Mujianto memutar-mutar botol air mineral dengan kedua tangannya. Sesekali kedua tangannya terlihat gemetaran.

Untuk diketahui, dugaan penipuan yang dilakukan Mujianto berawal dari ajakan kerjasama melalui stafnya bernama Rosihan Anwar untuk melakukan bisnis penimbunan lahan seluas 1 Ha atau setara 28.905 M3 di atas tanah lahan di Kampung Salam, Kel Belawan II, Kec Medan Belawan sekitar Juli 2014 lalu.

Mujianto dilaporkan Armen Lubis (60) sesuai STTLP/509/IV/2017 SPKT “II” tertanggal 28 April 2017 dengan kerugian material sebesar Rp3,5 milliar. (ahmad)

Loading...