Jadi Penadah Kreta Curian, Oknum Polisi Polrestabes Medan Divonis 8 Bulan Bui

Ketiga terdakwa di persidangan

PN MEDAN-M24 | Oknum Polisi Polrestabes Medan yang menjadi terdakwa dalam kasus penadahan kreta curian divonis ringan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, kemarin.

Adalah Okto Leandro Samosir (32) oknum polisi yang telah mencoreng institusi Polri itu. Dalam sidang yang digelar di ruang Cakra 8, PN Medan dengan Ketua Majelis Hakim, Syafril Batubara, Okto cuma dihukum selama 8 bulan penjara.

Majelis Hakim berpendapat, perbuatan terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 480 KUHPidana tentang penadahan barang curian.

Loading...

Masih dalam sidang yang sama, Majelis Hakim juga membacakan vonis untuk dua rekannya warga sipil yakni Samuel dengan hukuman 8 bulan penjara, sedangkan Rio Silitonga selaku otak pelaku divonis 1 tahun penjara.

“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Okto dan Samuel masing-masing selama 8 bulan penjara sesuai dengan Pasal 480 KUHPidana, sedangkan terdakwa Rio dikenakan Pasal 363 KUHPidana divonis selama 1 tahun penjara,” tukas Majelis Hakim seraya menyebut kalau terdakwa dan korban telah melakukan perdamaian.

Sementara itu, menanggapi vonis tersebut, baik ketiga terdakwa maupun Jaksa Penuntut Umum (JPU) Riki Pasaribu yang sebelumnya menuntut terdakwa Okto dan Samuel masing-masing selama 10 bulan serta terdakwa Rio selama 1,3 tahun penjara menyatakan pikir-pikir. (ansah)

Loading...