Jadi tersangka kapal KM Sinar Bangun ! Alasan sakit, Kadishub Samosir mangkir

MEDAN-M24 | Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Samosir, Nurdin Siahaan tak memenuhi panggilan penyidik Poldasu terkait tenggelamnya Kapal Motor (KM) Sinar Bangun di Danau Toba. Nurdin mangkir dari panggilan itu dengan alasan sakit.

“Tersangka Kadishub Samosir tidak menghadiri panggilan (mangkir, red), hari ini karena alasan sakit,” ujar Kabid Humas Poldasu Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, Senin (9/7).

Ditambahkan Tatan, ketidakhadiran Nurdin Siahaan disertai dengan surat keterangan sakit yang dikirimnya kepada penyidik Subdit III/Umum Direktorat (Dit) Reskrimum Polda Sumut.

Loading...

Selanjutnya, sambung Tatan, penyidik menjadwalkan kembali pemeriksaan tersangka sembilan hari ke depan, sesuai dengan kesiapan Kadishub Samosir tersebut.

“Tersangka menyatakan siap untuk diperiksa pada 18 Juli mendatang,” jelas mantan Kapolres Asahan tersebut.
Disinggung tentang penahanan tersangka Nurdin Siahaan, Tatan menyebut menunggu hasil pemeriksaan dan merupakan kewenangan penyidik. “Kalau soal penahanan tersangka, itu merupakan krwenangan penyidik,” tukasnya.

Pada kasus tenggelamnya KM Sinar Bangun di perairan Danau Toba, Senin (18/6), Poldasu telah menetapkan empat tersangka. Mereka di antaranya nahkoda sekaligus pemilik kapal Poltak Soritua Sagala, pegawai honor Dishub Samosir anggota Kapos Pelabuhan Simanindo Karnilan Sitanggang, PNS Dinas Perhubungan Samosir Kapos Pelabuhan Simanindo Golpa F Putra, serta Kepala Bidang Angkutan Sungai dan Danau Penyebrangan (ASDP) Samosir Dishub Provsu Rihad Sitanggang.


Keluarga Korban KM Sinar Bangun Terima Santunan Rp15 Juta

Keluarga korban Kapal Motor (KM) Sinar Bangun yang tenggelam di Danau Toba, mendapat bantuan dari pemerintah. Penyerahan bantuan dengan total Rp3,8 miliar lebih itu dilakukan langsung oleh Menteri Sosial, Idrus Marham.

Penyerahan bantuan secara simbolis tersebut digelar di Balei Harungguan Djabanten Damanik, Kab Simalungun, Senin (9/7). Sebelum memberikan bantuan, Idrus tampak berbincang dengan keluarga korban. Beberapa keluarga korban tak kuasa menahan air mata di hadapan Idrus. Sesekali, mantan sekjen Partai Golkar memberi penguatan kepada keluarga korban.
Idrus menyampaikan bahwa Kemensos memberikan Rp15 juta kepada 167 keluarga korban dan Rp2,5 juta bagi 18 keluarga korban yang selamat. Bantuan ini berdasarkan data yang disampaikan pihak Basarnas.

“Kami tidak melihat manifes atau tidak adanya manifes. Yang penting ada rekom dari Pak Bupati,” ujarnya saat memberikan keterangan dengan awak media.

Selain memberikan bantuan dana, Idrus juga menyampaikan telah memerintahkan Bupati Simalungun JR Saragih untuk mendata keluarga korban yang kehilangan tulang punggung keluarga. Keluarga korban tersebut nantinya akan menjadi peserta Keluarga Harapan (PKH) dan Penerima Rastra.

Selain itu, Kemensos juga tengah berkordinasi dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk memberikan Kartu Indonesia Pintar (KIP) bagi anak-anak korban.

Sementara Bupati Simalungun JR Saragih menerangkan ada 28 orang yang menunggu putusan Menteri BUMN terkait bantuan tersebut.

Pasalnya, kata JR, ada aturan yang merinci bahwa Jasaraharja memberikan bantuan kepada ahli waris dalam hal ini satu garis keturunan.

“Ada 28 orang menunggu putusan Menteri BUMN. Makanya saya selalu koordinasi dengan Kementerian BUMN. Sedangkan dari APBD Pemkab Simalungun diberikan bantuan sebesar Rp2 juta kepada setiap korban. Tidak diperbolehkan memberikan bantuan kepada adik atau kakak. Harus satu garis keturunan. Ini juga saya selalu terus koordinasi dengan pak Menteri Sosial. Semoga ada keputusan yang tepat, sehingga keluarga korban dapat menerima haknya,” ucap JR Saragih. (Ahmad/adi)

 

 

Loading...