Jadikan Istri Kurir Sabu, Zakir Husein Bandar Besar Narkoba di Medan Dibekuk

Polisi amankan Zakir Husein

MEDAN-M24 | Zakir Husein, bandar besar narkoba di Medan dibekuk tim khusus (Timsus) Satresnarkoba Polrestabes Medan. Memulai bisnis ilegal sejak tahun 2009, Zakir menyuplai narkoba di kawasan Kampung Kubur, Medan Polonia hingga Sei Mencirim, Sunggal, Deliserdang.

Zakir diringkus dari tempat persembunyiannya di Jln Angkasa Dalam 1, RT 10 Kel, Gunungsari, Kec Kemayoran Selatan, Jakarta Pusat, Sabtu (29/9) sekitar pukul 18.00 WIB.
Dari tangan Zakir, petugas mengamankan, 1 buku tabungan Bank Mandiri, 1 kartu ATM Bank Mandiri, 1 kartu ATM Bank BRI, 1 KTP, 1 kartu pajak, 1 kartu anggota salah satu OKP, 10 telepon genggam, dan 1 tas coklat. Selanjutnya, Zakir diboyong dari Bandara Soekarno-Hatta menuju KNIA guna menjalani proses hukum di Mako Satresnarkoba Polrestabes Medan.

Penangkapan terhadap warga Jln Pelaminan No24, Kec Medan Tuntungan/Jln T Cik Ditiro, Kel Madras Hulu, Kec Medan Polonia ini berdasarkan berdasarkan laporan polisi No: LP/750/VIII/2018/RES. NKB Restabes MEDAN tanggal 29 Agustus 2018 dan Daftar Pencarian Orang No: DPO/397/VIII/RES.4.2/2018/Res Narkoba tanggal 29 Agustus 2018, terkait UU RI No.35/2009 tentang narkotika dan tindak lanjut penyelidikan. Karena sebelumnya Timsus Satresnarkoba Polrestabes Medan meringkus Fikri dan Agus yang merupakan anggota Zakir dengan barang bukti 500 gram sabu pada Januari 2018.
Selain itu, tim yang dipimpin Katimsus, Iptu Rachmat Aribowo dan Ipda Tono Listianto melakukan pengembangan menangkap Melva dan Zulherik yang tak lain istri dan supir tersangka. Penangkapan dilakukan di kawasan Jln Sukarame, Gg Rukun, Kec Medan Area, pada 29 Agustus 2018. Dari pengakuan Melva, ia mengakui barang haram itu merupakan milik suaminya, Zakir.

Loading...

Menurut Iptu Rachmat Aribowo didampingi Ipda Tono Listianto, Zakir mengakui bahwa Fikri dan Agus merupakan anggotanya. Zakir juga tak menampik telah menyuruh istri dan supirnya mengantarkan sabu seberat 50 gram hingga akhirnya diringkus petugas kepolisian.

Zakir mengaku menjual narkoba sejak tahun 2009 dengan melibatkan istrinya. Tersangka juga mengakui sabu diperolehnya dari Agam (45) warga Samalengah, Kab Bireuen, Aceh. Sabu tersebut diantarkan Iqbal (35) warga Samalengah, Kab Bireuen, kepada Melva dan Zulherik.

Tono menjelaskan, tersangka saat ini mengaku masih memiliki sekira 3,5 ons sabu. Narkoba itu sekarang berada di tangan Hendrik (40) warga Jln Starban, Gg Bilal Medan. “Tersangka mengaku sabu miliknya dijual di wilayah Kota Medan yakni di kawasan Kampung Kubur, Polonia dan Mencirim, Sunggal, Deliserdang,” bebernya.

Zakir Husein bukan kali pertama dibekuk petugas kepolisian. Sebelum ini, dia sudah empat kali tertangkap. Kali pertama Zakir diringkus pada tahun 2000. Kala itu, darinya ditemukan barang bukti ganja. Dia dihukum selama 8 bulan. Lalu tahun 2002 ditangkap dengan barang bukti sabu 3 gram dan dihukum penjara 4 tahun 3 bulan. Kemudian Zakir kembali dicokok pada tahun 2005 ditangkap dengan barang bukti ganja dan menjalani hukuman 1,5 tahun. Selanjutnya ditangkap tahun 2006 bersama tersangka lain anak Abu Geleng dengan barang bukti setengah ons sabu dan dihukum 1,5 tahun.

Tono menegaskan, saat ini Timsus Polrestabes Medan tengah melakukan pengembangan guna memburu tersangka lainnya Agam dan Iqbal yang merupakan bandar dan kurir asal Aceh. (ardi)

Loading...