Jaksa Kebut Kasus Videotron Disperindag Medan

348

M24.CO|MEDAN
Penyelidikan kasus dugaan korupsi pengadaan Videotron di Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Medan terus berlanjut. Setidaknya 10 saksi telah dimintai keterangan oleh penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejari (Kejaksaan Negeri) Medan.

Hal ini disampaikan oleh Kasipenkum (Kepala Seksi Penerangan Hukum) Kejatisu, Bobbi Sandri kepada wartawan.

Meski begitu, hingga kini penyidik masih belum menetapkan tersangka. “Masih dalam proses penyelidikan. Belum ada tersangka, tetapi kita sudah periksa 10 saksi,” ujar Bobbi.

Meski begitu, Bobbi juga tidak membantah jika selangkah lagi proses penyelidikan ini akan naik ke tahap penyidikan dan akan segera menetapkan tersangka. “Kita tunggu saja. Nanti akan kita kasih tau perkembangan informasinya jika sudah ada tersangkanya,” ujarnya menambahkan.

Begitu juga, pihak Pidsus Kejari Medan sudah mengirim berkas ke auditor BPKP Perwakilan Sumut untuk dilakukan penghitungan kerugian dalam kasus ini. “Kita juga masih menunggu hasil audit kerugiaan negara dalam kasus ini,” tuturnya.

Disisi lain, jaksa juga masih mendalami keterlibatan mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadis Perindag) Kota Medan, Syahrizal Arief dalam kasus tersebut. Namun, sampai saat ini belum juga dimintai keterangan sebagai sebagai saksi oleh Kejari Medan. “Pemeriksaan saksi-saksi sedang berjalan. Kalau untuk siapa saja yang terlibat, belum bisa disebutkan,” jelasnya.

Untuk diketahui, penyidik Kejari Medan tengah melakukan penyelidikan pada kasus dugaan korupsi pengadaan saran informasi massal (Videotron) di Dinas Perindustian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Medan, Tahun Anggaran (TA) 2013 senilai Rp3,1 miliar. Proyek itu dinilai mubazir lantaran alat untuk memberikan informasi harga kebutuhan pokok itu tidak berfungsi sebagai mana mestinya. (van)

Loading...