Janda Anak 2 Dibantai Pacar Durjana, Kenalan di FB Dijadikan Agen Pekerja Kafe

Tersangka Jumri diperiksa petugas

LANGKAT-M24 | Pascaditangkap di kediamannya, Dusun VII Pasiran, Desa Karang Gading, Kab Langkat, Junaidi alias Jumri (30) membeberkan hal ikhwal kenekatannya membunuh Irda S (30).

Setahun lalu, tepatnya Lebaran Haji, Jumri yang tengah merantau ke Kalimantan berkenalan dengan Irda lewat media sosial Facebook (FB). Mengetahui berasal dari satu daerah, Kec Secanggang, Kab Langkat, keduanya pun intens berkomunikasi.

“Tiap hari, tiap detik aku menelpon dia hingga akupun kembali pulang ke kampung di Secanggang,” ucap Jumri.

Loading...

Kepulangan Jumri diikuti Irda yang semula bekerja sebagai pelayan kafe di Pekanbaru. Jadilah mereka bertemu dan menjalin hubungan asmara terlarang. Tak lama, Jumri disuruh mencari perempuan yang mau bekerja di kafe atau rumah tangga untuk disalurkan oleh Irda. Dari situ, Jumri dapat uang komisi.

Belakangan, hubungan mereka mulai retak. Kedua sering terlibat cekcok mulut. “Bahkan Irda selalu memaki aku di telpon. Aku sakit hati dan dendam sama Irda,” akunya.

Minggu kemarin, Jumri menelpon dan meminta Irda pulang dari luar kota. Alasannya hendak menjemput perempuan yang mau berkerja. Nah, Selasa (2/10), Jumri menjemput Ida dengan mengendarai kreta Honda Spacy. Setiba di lokasi, Irda memaki Jumri.

Emosi karena terus menerus dimaki, Jumri yang gelap mata langsung menghabisi nyawa janda anak dua itu. “Itulah aku kembali menggikat lehernya dan mulutnya hingga ia (korban) merenggang nyawa,” tukas Jumri.

Setelah membuang jasad korban ke parit, tersangka pergi. Tak lupa ia mengambil uang Rp1.850.000 dari tas milik korban yang selanjutnya ditenggelamkan ke sungai. Kelang sehari, tersangka mengaku kembali ke TKP dan melihat jasad korban mengapung.

Khawatir, tersangka menutup jasad korban dengan pelepah sawit agar tidak terlihat. Uang curian digunakan tersangka membeli jam tangan, baju serta foya-foya. Pascapembunuhan itu, istri tersangka sudah berada di wilayah Medan. “Dia tidak tahu dengan peristiwa ini. Mungkin setelah kejadian ini istriku sudah mendengarnya,” sesal tersangka.

Kasatreskrim Polres Langkat, AKP Juriadi SH menjelaskan, tersangka sudah berencana melakukan pembunuhan. “Jadi diperkirakan oleh si tersangka, korban membawa uang sekitar lebih kurang lima jutaan. Maka ia nekat menghabisi nyawa korban dengan menyiapkan lakban yang dibawa dari rumahnya,” ujar Juriadi.

Saat ditangkap, pelaku mencoba melawan sehingga dihadiahi petugas dengan timah panas di bagian betis.

Tersangka yang bertato “Masitah” di tangan kiri ini dijerat Pasal 340 KUPidana dengan ancaman 20 tahun penjara. (rudi)

Loading...