Janda Beranak Dua Dibunuh Pacar Durjana

Tersangka Jumri

Jumri nekat. Irda S dicekik. Kemudian, leher janda anak dua ini diikat dan mulutnya ditutup lakban. Setelah tewas, jasadnya dibuang ke parit dan ditutupi pelepah sawit hingga sulit dikenali.

LANGKAT-M24 | Hubungan yang didasari kepentingan semata dipastikan tidak akan berumur panjang. Bahkan bisa berisko kematian, seperti dialami Irda S (30). Warga Dusun Hulu Dalam, Desa Secanggang, Kec Secanggang, Kab Langkat ini ditemukan tewas mengapung di parit Bambu Kuning, Dusun N Desa Telaga Jernih, Kec Secanggang, Kab Langkat, Minggu (7/10) siang.

Sebelum ditemukan tewas, Irda sudah dua kali gagal membina bahtera rumah tangga. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Irda bekerja sebagai pelayan kafe.

Loading...

Nah, setahun lalu, ia berkenalan dengan Jumri (30), warga Dusun VII Pasiran, Desa Karang Gading. Irda lantas menaruh harapan untuk kembali memiliki sandaran hidup. Meski mengetahui Jumri telah berkeluarga, Irda tetap menerima. Setidaknya, ia punya teman berbagi perasaan.

Namun tidak demikian halnya niat Jumri. Dia memanfaatkan kesepian Irda untuk mengeruk harta. Di awal, hubungan keduanya terlihat manis. Irda merasakan hadirnya lelaki idaman. Hasilnya, Jumri kerap mendapat sejumlah uang pemberian Irda.

Belakangan, Irda merasakan kedurjanaan Jumri. Keributan pun kerap menghampiri keduanya. Akhirnya, Jumri kalap dan merencanakan pembunuhan Irda. Dengan mempersiapkan lakban, ia menjemput Irda, Selasa (2/10). Namun bukan menghantar ke kafe tempat Irda bekerja.

Jumri justru membawa Irda ke perkebunan kelapa sawit di Dusun N, Desa Telaga Jernih, Kec Secanggang, Kab Langkat. Setelah menghentikan laju kreta, Jumri langsung menyekik leher Irda hingga lemas. Tak berhenti di situ, pelaku mengeluarkan lakban yang telah dibawa dan diikat ke leher korban. Jumri juga menutup mulut korban dengan lakban.

Korban akhirnya tewas kekurangan oksigen. Pelaku lalu membuang tubuh Irda ke parit Bambu Kuning dan menutupinya dengan pelepah sawit. Setelah itu dia pun meninggalkan lokasi.

Kematian korban terungkap saat Dede Hermansyah (31), warga Dusun N, Desa Telaga Jernih, Kec Secanggang, Kab Langkat hendak memanen sawit di sekitar parit Bambu Kuning. Ketika hendak mendodos buah sawit, ia menyium aroma busuk yang meyengat. Penasaran, Dede mencari asal bau tersebut. Langkahnya terhenti di parit yang tertutup pelepah sawit.

Ketika pelepah sawit diangkat menggunakan alat dodos, Dede melihat kaki manusia. Ketakutan, ia berlari ke perkampungan dan memberitahukan peristiwa itu ke warga hingga ke pihak kepolisian.

Tal lama petugas dari Polsek Secanggang, Aiptu Muliono tiba di lokasi. Dibantu warga, jasad Irda yang ditemukan mengapung dan sudah membengkak dievakuasi dari parit. Lakban juga masih terlihat menempel di mulut dan leher. Mayat Irda yang mengenakan jeans hitam, kaos coklat becorak garis, tali pinggang dengan pernik-pernik itu selanjutnya dibawa ke rumah sakit untuk diotopsi.

Pihak kepolisian pun bergerak cepat melakukan penyelidikan. Hasilnya petugas mengetahui jika korban juga kerap diantar jemput sepulang dari bekerja di kafe oleh Ij (25), warga Dusun Pasiran, Kec Secanggang.

“Saksi Ij mengenali korban dari kawat gigi dan pakaian yang terakhir dilihat dikenakan korban di hari pembunuhan (2/10). Ketika itu saksi juga menjemput, namun lebih dulu pelaku menjemput korban,” ucap Kasat Reskrim Polres Langkat, AKP Juriadi kepada awak media, Selasa (8/10).

Dari situ, Tim Opsnal Satreskrim Polres Langkat langsung meringkus tersangka di Dusun Pasiran, Desa Karang Gading, Kec Secanggang, Kab Langkat, Senin (8/10) pukul 05.30 WIB. Pun sudah terkepung, tersangka coba melakukan perlawanan sembari berupaya kabur. Tembakan peringatan yang dilepas petugas dianggap angin lalu.

Akhirnya petugas mengambil tindakan tegas dan terukur. Dor! “Tersangka terpaksa kita tembak, karena melawan petugas saat hendak ditangkap,” tutur Juriadi.

Dari tangan tersangka, lanjutnya, petugas berhasil mengumpulkan barang bukti berupa 1 unit jam tangan, 1 unit HP Samsung, 1 baju, 1 HP milik korban, serta 1 unit kreta jenis matic diduga yang digunakan menjemput korban.

Untuk memertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka berikut barang bukti diboyong ke Mapolres Langkat. Saat diinterogasi, tersangka mengakui perbuatannya membunuh korban. Tersangka juga mengaku mengambil uang korban sebanyak Rp1.850.000.

“Untuk sementara, motif pembunuhan ini adalah ingin menguasai uang korban. Tersangka sudah kita tahan,” tukas mantan Kapolsek Tanjungpura ini. (rudi)

Loading...