Kades Badau Gol Cabuli 3 Keponakan

26

LANGKAT-M24 | Badau. Itulah umpatan untuk Darmianto (46). Pria yang menjabat sebagai Kepala Desa (Kades) Harapan Maju, Kec Sei Lepan, Kab Langkat, ini tega-teganya mencabuli tiga keponakannya sekaligus.

Darmianto akhirnya diciduk Unit Opsnal PPA Satreskrim Polres Langkat dari rumahnya di Dusun IV Bukit Karya Desa Harapan Maju. Penangkapan oknum Kades ini berdasar Laporan Polisi Nomor LP/539/VIII/2018/SU/LKT tanggal 20 Agustus 2018.

Adalah AG (14), siswi kelas VII SMP, yang melaporkan pamannya itu. Sebagaimana pengakuan korban, aksi cabul sang paman terjadi Kamis (17/8) sekira pukul 14:30 WIB.
“Bagian tubuhku dipegang-pegangnya. Pipi dan bibirku sempat diciuminya,” beber AG yang mengaku hampir menjadi pelampiasan nafsu pamannya itu.

Saat mencabuli, Darmianto mengumbar bujukan dan rayuan terhadap korban.
“Tapi aku terus menolak. Malah katanya dia akan menikahiku. Aku terus meronta dan akhirnya selamat. Akhirnya kulaporkan peristiwa ini kepada keluarga,” ungkap AG.

Kapolres Langkat AKBP Dedy Indritanto SIK MSi, yang dikonfirmasi Sabtu (1/9) sore melalui Kasat Reskrim Polres Langkat AKP M Firdaus SH MH, membenarkan peristiwa pencabulan yang korbannya anak bawah umur di Desa Harapan Maju.
“Kami lakukan penangkapan terhadap pelaku pencabulan pada hari Jumat (31/8) pukul 16:00 WIB. Pelaku adalah Kepala Desa Harapan Maju,” ungkap Firdaus.

Bahkan, kata Firdaus, sesuai pengakuan korban AG, aksi cabul itu sudah tiga kali dilakukan pelaku. Korban yang merasa ketakutan lalu cerita kepada orangtuanya.
Belakangan terungkap jila laporan kasus tindakan cabul ini bukan satu kali. “Laporannya ada dua. Yang pertama kasus cabul juga. Namun pihak keluarga tiba-tiba menarik laporannya. Laporan kedua, atas nama korban AG ini,” terang Firdaus.

Terpisah, Koordinator Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anaknya (P2TP2A) Kab Langkat, Ernis Syafrin Aldin mengapresiasi penjemputan Kades yang diduga melakukan perbuatan cabul terhadap keponakannya itu.
Menurut Ernis, oknum Kades itu bahkan telah mencabuli tiga keponakannya yang masih di bawah umur. “Ya, ada tiga korban. Semuanya masih bawah umur dan keponakan pelaku,” beber Ernis didampingi anggotanya, Yeni.

Dijelaskan Ernis, pertama kali korban pencabulan melapor ke Kantor P2TP2A Kab Langkat adalah FB (19), berstatus pelajar, warga desan yang sama. FB melapor dengan saksi adik kandungnya, UL (16). Dalam laporannya ke P2TP2A, FB mengaku jika ia telah ditiduri oleh pamannya. “Bajkan sudah berulang kali, dengan modus janji akan dinikahi,” cetus Ernis.
Saat di Kantor P2TP2A, lanjut Ernis, saksi UL juga mengakui dirinya pun pernah dicabuli oleh pelaku. “Aku juga sempat dicabuli. Dia meraba-raba tubuhku dan memelukku. Untung aku meronta sekuat tenaga. Kalau nggak, pasti aku juga sudah digituinya seperti kakakku,” bilang Ul.

Anehnya, entah bagaimana laporan kedua korban kandas di Mapolres Langkat. Kabarnya, menurut Ernis, laporan ditarik oleh pihak keluarga korban.
“Maklumlah, mungkin pelaku banyak uang, jadi apapun bisa diaturnya. Yapi yang namanya kejahatan tetap harus ditindak. Undang-Undang itu tidak bisa dipermainkannya. Yang kami dengar, begitu laporan ditarik, kedua korban sudah diungsikan pelaku ke Pekanbaru bersama keluarganya,” terang Ernis.

Nah, ternyata Darmianto belum kapok juga. Dia masih mengincar AG, keponakannya yang lain. Kini, setelah AG melapor, oknum Kades itu tidak bisa lagi mengelak. “Saya sangat berharap oknum Kades itu harus dijerat Undang-Undang Perlindungan Anak dengan sanksi hukuman seberat-beratnya. Minimal hukuman 5 tahun,” tegas Ernis. (rudi)

Loading...