Kapoldasu akan cek kasus Hamdani

26

MEDAN-M24 | Kabar soal penangkapan Hamdani alias Deni (41) yang mengakibatkan tiga jari kakinya putus, sampai juga Kapoldasu Irjen Pol Paulus Waterpauw. Jenderal dua bintang ini akan segera mengecek perihal kasus ini.

“Prinsipnya kalau ada upaya melebihi ketentuan, itu pasti ada sanksi pada penegak hukum itu. Artinya, sekarang kita lihat apakah benar yang bersangkutan ini private sebagai pelaku narkoba atau bandar. Jika terbukti tidak benar, maka penegak hukumnya pasti dikenakan sanksi,” jelas Paulus kepada wartawan, Rabu (23/5/2018) sore.

Untuk itu, sambung Paulus, pihaknya akan mengecek kebenaran kasus yang menimpa Hamdani yang kini menjadi viral di media sosial (Medsos). “Jadi belum sampai laporannya ke saya, nanti saya cek,” sambung Paulus.

Ketika disinggung soal Hamdani yang dipungut biaya kamar Rp400 ribu dalam perawatan satu malamnya, Paulus membantahnya.

“Tidak ada itu, semua perawatan pada tersangka yang terluka itu semua tanggung jawab penyidiknya. Maka itu nanti coba jumpai direkturnya,” imbau Paulus.

Terpisah kuasa hukum Hamdani, Dame Ria Sagala saat dihubungi wartawan mengaku telah melayangkan surat resmi ke Kapoldasu Irjen Pol Paulus Waterpauw, Rabu (23/5). Surat terkait perlakuan ketidakadilan dan penyiksaan yang dialaminya kliennya Hamdani.

“Upaya praperadilan pasti ada, tapi kita masih mengedepan kebutuhan klien saya. Artinya kita masih upayakan perawatan yang layak yang didapatkan klien nantinya. Karena kabarnya klien saya dipungut Rp400 ribu setiap malamnya untuk biaya kamar,” ungkap Dame.

Sebelumnya Hamdani alias Deni (41), warga Jermal 15/Jln Pembangunan VII Medan Amplas, ditangkap Tim Subdit 1 Ditrektorat Narkoba Poldasu dengan tuduhan kepemilikan sabu.

Deni ditangkap paksa diseret beberapa meter hingga mengakibatkan 3 jari kaki kanannya putus. (ahmad)

Loading...