Kartini Malang Ini Tanahnya Diserobot Paman Kandungnya

34

ASWAR-DELISERDANG|Dengan menggunakan surat tanah “ palsu “ tanah peninggalan orang tua kartini br hombing di serobot dan meminta penyidik segera meminta melakukan penyitaan surat tersebut sesuai dengan laporan mereka ke Polres Deliserdang.

Kartini boru hombing mengakui, bahwa mereka itu 3 orang bersaudara dua perempuan satu lelaki dan lahan milik orangtuanya 8 rante itu terletak di dusun 6 Desa Pasar Melintang Kecamatan Lubukpakam yang awalnya mulanya dibeli orang tuanya tahun 1953 berbentuk persawaan.

Namun tak lama ayah kartini Argilaus Sihombing meninggal tahun 1974 dan lahan itu tetap di kuasai oleh keluarga kartini sampai tahun 2011. Namun begitu hille boru nababan meninggal tahun tanggal 11 september 2011 dan begitu dikebumikan, maruli nababan yang tak lain paman (adik mamaknya) kemudian menerobot tanah dengan memakai surat palsu.

”ini tanahku dan aku yang beli sambil menunjuhkan kepada anak-anak kakaknya yang masih berduka itu,” terang kartini.

Saat hendak diserobot, kemudian kartini ahli waris ribut dan menjerit histeris kepada tulangnya itu dan warga hanya bisa menonton saja.

Beberap hari kemudian kepala desa mendatangi kediaman kartini dan menunjuhkan foto copy surat tanah maruli untuk mengusai lahan itu. Melihat hal itu, kartini hanya tersenyum saja dan ternyata tanda tangan di surat maruli berbeda dengan tanda tangan yang ada di KTP tersebut sehingga kepala desa terkejut dan meminta surat fotocopy Maruli itu untuk dipelajari dan nyatanya surat tersebut palsu dan kesepakatan keluarga maka dilaporkan ke Poldasu serta tak lama kasus itu dilimpahkan ke polres deli serdang.

Akan tetapi nyatanya proses pemeriksaan dilakukan oleh juper dan pihak kartini kemudian melakukan prapid ke Pengadilan Negeri Medan dan hasil di menangkan dan bunyi Polisi segera menyita surat palsu tersebut.

Tapi hingga kini putusan prapid dari PN Medan itu, hingga kini belum di laksanakan oleh Polisi sehingga kartini kembali melaporkan penyidik ke kabag wasidik Poldasu akan tetapi hingga belum di respon dan laporan kembali di buat ke propam Poldasu karena perkara tidak tuntas dan ahkinya mendapat tanggapan propam poldasu dengan memerintahkan kapolres Deli serdang segera melakukan penyitaan terkait surat palsu yang hingga kini belum tuntas.

“Kami memohon agar kapolres menyita surat mereka itu demi terungkapnya kebenaran yang selama ini di permainkan mereka,” ungkap Kartini.

Loading...