Karyawan Pertamina Dituntut 6 Tahun Penjara Karena Gelapkan Pajak Rp9,6 Miliar

324
Khaidar Aswan di persidangan
Khaidar Aswan di persidangan

M24.co-MEDAN-

Mantan Ketua Koperasi Karyawan Pertamina UPMS 1 Medan, Khaidar Aswan, dituntut enam tahun penjara. Dia dianggap bersalah menggelapkan pajak Rp9,6 miliar dalam kurun waktu 2010-2012.

Khaidar juga dibebankan membayar denda tiga kali pajak yang tertunggak, subsider 6 bulan kurungan.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Fitri Zulfahmi, dalam nota tuntutannya, mengatakan penggelapan pajak dilakukan Khaidar ketika menjadi pengendali dua perusahaan, masing-masing KKPU dan PT MS.

PT Pertamina sudah membayar pajak untuk dibayarkan melalui perusahaan alih daya milik Khaidar Aswan, tetapi pajak tersebut tidak pernah disetor ke negara sebesar Rp9,6 miliar.

Jaksa menilai terdakwa melanggar Pasal 39 Ayat (1) huruf c dan d UU Nomor 28 Tahun 2007 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan, yakni dengan sengaja tidak menyampaikan Surat Pemberitahuan (SPT) dan menyampaikan SPT yang isinya tidak benar dan tidak lengkap.

“Saya keberatan atas tuntutan tersebut. Karena saya sudah bayar sebagian pajak yang tertunggak,” kata Khaidar di hadapan majelis hakim yang diketuai Parlindungan Sinaga, Senin (1/8/2016).

Usai pembacaan tuntutan, majelis hakim menunda sidang hingga sepekan mendatang untuk agenda pembelaan terdakwa. Tak hanya tersangkut kasus penggelapan pajak, Khaidar Aswan sebelumnya telah divonis 11 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Medan dalam kasus korupsi Kopkar Pertamina lewat Bank BRI Agro kantor cabang pembantu (KCP) Jalan S. Parman, Medan.(red)

Loading...