Kasus ujaran kebencian ! Perwakilan suku batak serahkan bukti penghinaan ke Poldasu

MEDAN-M24 |Aliansi perwakilan suku Batak dari berbagai golongan serta profesi mengunjungi Mapolda Sumut, Kamis (5/7/2018) siang. Mereka melaporkan sejumlah dugaan tindak pidana penghinaan dan penistaan terhadap suku Batak, yang diposting di media sosial (medsos).

Dalam pertemuan di Aula Ditreskrimsus Poldasu tersebut, Parluhutan Situmorang SH yang didampingi kuasa hukumnya Hermansyah Hutagalung SH MH dan Lamsiang Sitompul SH MH menerangkan, mereka menanyakan penanganan pelaporannya sesuai laporan polisi No: LP/822/VI/2018/SPKT III tanggal 29 Juni 2018, tentang dugaan tindak pidana penistaan terhadap suku Batak yang diposting akun Facebook Faisal Abdi. Sekaligus melaporkan sejumlah dugaan tindak pidana penghinaan serupa yang mulai bermunculan di medsos.

“Saya sudah sampaikan di pertemuan tadi, penyidik tidak perlu ragu mengenai dukungan yang akan kami berikan. Bila penyidik memerlukan helikopter untuk pengungkapan kasus ini, akan kami siapkan,” ujar Hermansyah Hutagalung didampingi Marthin Simangunsong SH MH, Dingin Pakpahan SH, Juara Simanjuntak SH, Luhut Situmorang SH, Sri Falmen Siregar SH, M Riau SHR SH MH, Daniel Ompusunggu SH, Nana Rut Panjaitan.

Loading...

Praktisi hukum Marthin Simangunsong menambahkan, tindakan yang dilakukan Faisal Abdi sudah sangat meresahkan, khususnya bagi suku Batak di seluruh dunia yang merasa martabat dan harga dirinya tercoreng. Untuk itu, polisi diharap dapat segera mengambil tindakan tegas dengan menangkap pelaku dan mengungkap dugaan penistaan yang dilakukannya.

“Selama ini masyarakat Indonesia khususnya Sumut nyaman hidup dalam keberagaman tanpa memandang perbedaan suku, agama, ras dan antar golongan (SARA). Walau tidak mempengaruhi kebhinekaan yang sudah terjalin selama ini, tindakan pelaku harus ditindak tegas untuk memberikan keadilan dan kenyamanan dalam masyarakat, khususnya untuk menjaga etika dalam penyampaian pendapat,” ucapnya.

Tindakan cepat dari pihak kepolisian juga dianggap perlu. Demi menghindari pihak tak bertanggungjawab memanfaatkannya untuk menimbulkan perpecahan di tengah-tengah masyarakat. Karena, tindakan pelaku murni tindak pidana yang ketentuannya sudah diatur dalam undang-undang.

Direktur Ditreskrimsus Polda Sumut, Kombes Pol Drs Toga Habinsaran Panjaitan melalui Kasubdit II/Cybercrime AKBP Herzoni Saragih memberikan atensi khusus terkait kasus itu. Bahkan, Subdit II Cybercrime telah membentuk tim khusus untuk menanganinya.

“Kendala dalam menangani kasus ini ialah pelaku kerap menghapus akun setelah memosting penghinaan itu. Tapi, selain membentuk tim khusus, kami juga berkoordinasi dengan Tim Cyber Troop Bid Humas Poldasu. Secepatnya akan kami ungkap,” janji Toga Habinsaran.

“Kami telah bekerjasama dengan Mabes Polri untuk mengungkap pelaku dan motif postingan penghinaan terhadap suku Batak. Kami meminta kerjasama bila mengetahui informasi untuk diteruskan kepada pihak kepolisian, agar perkara tersebut dapat diungkap. Ada delapan lembar capture dan akun Medsos yang dilaporkan karena terindikasi SARA,” tukasnya.

Diberitakan sebelumnya, Kapolda Sumut, Irjen Pol Drs Paulus Waterpauw mengaku, saat ini pihaknya tengah menyelidiki dan akan menangkap pelaku penghinaan pada akun Facebook atas nama Faisal Abdi, yang dianggap telah menyinggung dan melecehkan suku Batak.

Diketahui, pemilik akun Facebook atas nama Faisal Abdi dilaporkan ke Poldasu sesuai laporan polisi No: LP/822/VI/2018/SPKT III tanggal 29 Juni 2018, dengan pelapor Parluhutan Situmorang SH. (ahmad)

Loading...